Eksepsinya Ditolak Majelis Hakim, Ahok Acungkan Dua Jari dan Sebut Victory

| Editor : Bayu Mardianto

Font Size:

iyaa.com | Jakarta: Majelis Hakim Pengadilan Jakarta Utara telah menolak eksepsi atau nota keberatan dari terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dan memerintah untuk melanjutkan proses persidangan.

Ahok dituduh telah menistakan agama Islam, dengan menggunakan satu ayat dalam surat Al Maidah tentang syarat memilih pemimpin, dalam pidatonya di Kepulauan Seribu.

Tim penasehat hukum Ahok telah berpendapat persidangan penistaan agama harus dihentikan karena telah melanggar hak asasi manusia dan melanggar prosedur, tapi majelis hakim tidak setuju.

"Eksepsi terdakwa akan dipertimbangkan dan diputuskan oleh pengadilan setelah pemeriksaan semua bukti. Eksepsi terdakwa tidak diterima," kata Hakim Abdul Rosyad, seperti dilansir ABC News.

“Mengadili; Satu, keberatan terdakwa tidak dapat diterima; Dua, mengatakan sah menurut hukum; tiga, memerintahkan untuk melanjutkan pemeriksaan atas nama terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok; empat, menangguhkan biaya perkara sampai putusan akhir,” kata Dwiarso Budi Santiarso saat membacakan keputusan sela Majelis Hakim di Ruang Sidang Pengadilan Negeri Jakarta Utara, yang menempati gedung eks PN Jakarta Pusat di Jalan Gajah Mada, Jakarta, Selasa (27-12-2016).

Ahok dalam persidangan sebelumnya, 13 Desember 2016, menangis dan menolak tuduhan menghina Alquran saat dia berpidato di Kepulauan Seribu. Menurutnya, dia sama sekali tidak punya niat untuk menghina Alquran karena dia memiliki dan menghargai keluarga angkat yang beragama Islam.

Seusai Majelis Hakim membacakan putusan sela, Ahok mengacungkan dua jari dan menyebutkan victory (kemenangan), kepada penonton sidang. Dia lalu keluar dari ruang sidang dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.

Sidang lanjutan kasus penodaan agama ini akan kembali digelar pekan depan, Selasa (3/01/2017), di Kantor Kementerian Pertanian, Jalan RM Harsono, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Tags :