Review Film The Girl on the Train: Kisah Intens dari Seorang Pecandu Miras

| Editor : Hermina Utami

Foto: DreamWorks
iyaa.com - Saat Paula Hawkins merilis novel debutnya yang berjudul The Girl on the Train di awal tahun 2015, tak ada yang menyangka buku tersebut akan laris hingga belasan juta kopi dalam waktu singkat. Buku ini juga berhasil menduduki peringkat pertama dalam New York Best Seller selama 13 minggu. Ketika DreamWorks Pictures memegang hak adaptasi kisah novel The Girl on the Train ke dalam bentuk film, media pun mulai mengantisipasi proyek yang disutradarai oleh Tate Taylor ini.

Dibintangi oleh Emily Blunt (The Devil Wears Prada, Looper, Sicario), kisah film The Girl on the Train berpusat pada kehidupan tiga perempuan dewasa bernama Rachel (diperankan Emily Blunt), Megan (Halley Bennet), dan Anna (Rebecca Ferguson). Rachel adalah seorang wanita rapuh yang telah diceraikan suaminya dan menjadi pecandu miras. Anna merupakan selingkuhan yang kini menjadi istri Tom (mantan suami Rachel, diperankan Justin Theroux). Sedangkan Megan bersama sang suami Scott (Luke Evans) adalah pasangan muda yang tinggal di sebuah rumah tak jauh dari tempat tinggal Anna dan Tom.

Foto: DreamWorks


Rachel selalu menaiki kereta komuter arah New York setiap hari dan duduk di bangku dan gerbong yang sama. Tujuannya hanya satu: meratapi rumah miliknya yang kini ditinggali dengan oleh mantan suami serta istrinya dan memandang dengan penuh harapan dan cinta pada rumah pasangan Megan dan Scott. Suatu hari, Rachel melihat Megan sedang berciuman dengan lelaki lain yang bukan Scott. Rachel pun kecewa habis-habisan karena merasa 'dikhianati' oleh pasangan favoritnya. Ia pun memutuskan untuk bertemu dengan Scott, menceritakan apa yang telah ia lihat. Namun akhirnya, niat sederhana itu membawa Rachel ke konfik berlatar kriminal yang menghubungkan dirinya dengan Anna dan Megan.

Foto: DreamWorks


Sensual, intens, dan dramatis merupakan jajaran kata yang pas untuk menggambarkan film garapan penulis naskah Erin Cressida Wilson ini. Dengan mengusung rating R, penggambaran kisah yang ada di novel digambarkan dengan gamblang dalam film. Akting Emily Blunt sebagai wanita pecandu minuman keras yang hidupnya berantakan pun diantarkan dengan sangat baik. Ditambah lagi, alur mundur yang akhirnya membawa ke satu twist cerita cukup membuat terkejut, terutama bagi penonton yang belum pernah membaca The Girl on the Train versi novel. Meski begitu, tema cerita film ini sedikit mengingatkan penonton pada Gone Girl yang dibitangi Ben Affleck dan Rosamund Pike pada 2014 lalu.

Untuk moviegoers yang sudah menanti-nanti film ini sejak beberapa bulan lalu, kini CJ CGV dan Jive Entertainment telah menghadirkan The Girl on the Train ke Indonesia. Melalui bioskop chain CGV Blitz, Cinemaxx, dan Platinum Cineplex, The Girl on the Train bisa ditonton mulai tanggal 30 Desember 2016.

Writer: Nurul Handayani



Berita Terkait

  1. CGV Blitz dan Jive Entertainment Hadirkan 'The Girl on the Train'

    Mulai 30 Desember, The Girl on the Train tayang di CGV Blitz, Cinemaxx, dan Platinum Cineplex. More

  2. Mengenal Lebih Dekat Jason Christian, Sutradara Terbaik Toto's Film Festival 2016

    Wawancara khusus iyaa.com dengan Jason Christian, Sutradara Terbaik dari Totos Film Festival 2016. More

  3. iyaa.com Beri Hadiah Beasiswa untuk Sutradara Terbaik Toto's Film Festival 2016

    Jason Christian, Sutradara Terbaik dari Film Terbaik Totos Film Festival 2016 menerima hadiah beasiswa dari iyaa.com. More

Choice