PPATK: ISIS Gunakan PayPal dan bitcoin untuk Mengirim Dana Kegiatan Teroris di Indonesia

| Editor : Bayu Mardianto

Font Size:

iyaa.com | Jakarta: Seorang tersangka teroris asal Indonesia yang bergabung bersama kelompok ISIS di Timur Tengah, Bahrun Naim, dikabarkan telah menggunakan layanan pembayaran online, seperti PayPal dan bitcoin untuk mentransfer uang ke rekan-rekannya kembali ke tanah air dan untuk mendanai kegiatan teroris.

Menurut Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Bahrun Naim, diyakini telah mengucurkan dana untuk sel-sel teror di seluruh Pulau Jawa.

Transaksi penipuan terkait dengan terorisme terdeteksi oleh PPATK lebih dari dua kali dari 12 kasus pada tahun 2015 untuk 25 kasus pada tahun lalu, kata ketua PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin kepada wartawan, Asia One mengutip laporan The Straits Times, Selasa (10/01/2017).

Kiagus Badarudin menambahkan, akibat peristiwa ini PPATK akan memperketat pengawasan atas setiap transaksi keuangan dari luar negeri.

"Transfer dana tersebut lebih sulit untuk dideteksi karena mereka tidak dalam sistem perbankan konvensional. Kami dapat mendeteksi mereka hanya ketika penerima uang akhirnya encashes mereka melalui sistem perbankan," kata Kiagus.

Dia menolak untuk mengungkapkan total dana yang ditransfer menggunakan metode tersebut, namun PPATK tahun lalu mengatakan, bahwa transfer dana dari luar negeri ke Indonesia pada tahun 2014 dan 2015 - yang diduga terkait dengan terorisme - mencapai lebih dari Rp10 miliar.

Sekitar Rp6 miliar yang dikatakan telah ditransfer dari Australia melalui kelompok pendukung teror dengan kedok amal.

Dana ini digunakan untuk membantu mendukung para janda dan keluarga teroris yang tewas, membeli senjata dari Filipina Selatan, mendanai pelatihan paramiliter, dan menyebarkan ideologi kekerasan dengan cara pertemuan dan diskusi.

"Hari ini, kita berbicara tentang PayPal, bitcoin. Dua sampai tiga tahun dari sekarang, kita mungkin berbicara tentang cara-cara lain, cara-cara baru," kata Ivan Yustiavandana, direktur untuk pemeriksaan dan penelitian di PPATK.

"Semakin canggih kita mendapatkan mereka, semakin mereka akan mencoba untuk mencari cara-cara baru."

Seorang pejabat PPATK mencatat, bahwa penggunaan PayPal dan bitcoin oleh teroris adalah tren global. Itulah mengapa badan ini bekerja sama dengan Densus 88 untuk mencegah sel-sel militan mentransfer dana begitu bebas untuk mendukung serangan terorisme.

"Kami menghargai kerja dengan Densus 88, dan kami telah berhasil karena jaringannya, terutama hubungan dengan Interpol," katanya.

PPATK telah membentuk tim khusus yang bekerja dengan Densus 88 secara teratur, memasok unit dengan data keuangan dan analisis.

Pejabat itu mengatakan badan tersebut berkomunikasi secara teratur dengan rekan-rekan di lebih dari 150 negara.

"Setiap kali kita menemukan transaksi mencurigakan yang diduga terkait dengan terorisme, kami segera menginformasikan kepada polisi atau mitra kami di luar negeri," katanya.

Kebanyakan, dari sel-sel teroris yang menerima uang, dan belajar untuk membuat bom, serta menyusun serangan dari pejuang ISIS Indonesia seperti Bahrun di Suriah, yang mengirimkan instruksi menggunakan aplikasi perpesanan Telegram, kata Kapolri, Tito Karnavian.
Tags :