Gubernur BI Tegaskan Rupiah Tidak Memuat Simbol Palu Arit

| Editor : Bayu Mardianto

Foto: BI
iyaa.com | Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo, menegaskan kembali uang Rupiah yang baru diluncurkan pada Senin (09/12/2017), tidak memuat simbol terlarang palu dan arit.

Penegasan Gubernur BI ini sekaligus membantah informasi dan penafsiran yang berkembang di masyarakat, yang menyebutkan uang Rupiah memuat simbol terlarang tersebut.

“Gambar yang dipersepsikan oleh sebagian pihak sebagai simbol palu dan arit merupakan logo Bank Indonesia yang dipotong secara diagonal, sehingga membentuk ornamen yang tidak beraturan,” kata Agus Martowardojo, sebagaimana dikutip dari siaran pers Bank Indonesia, Selasa (10/01/2017) pagi.

Gambar yang dipersepsikan sebagai simbol palu dan arit itu merupakan gambar saling isi (rectoverso), yang merupakan bagian dari unsur pengaman uang Rupiah. Unsur pengaman dalam uang Rupiah ini bertujuan agar masyarakat mudah mengenali ciri-ciri keaslian uang, sekaligus menghindari pemalsuan.

Gambar rectoverso dicetak dengan teknik khusus sehingga terpecah menjadi dua bagian di sisi depan dan belakang lembar uang, dan hanya dapat dilihat utuh bila diterawang.

Rectoverso umum digunakan sebagai salah satu unsur pengaman berbagai mata uang dunia, mengingat rectoverso sulit dibuat dan memerlukan alat cetak khusus.

Indonesia telah menggunakan Rectoverso sebagai unsur pengaman Rupiah sejak tahun 1990-an. Sementara logo BI telah digunakan sebagai rectoverso uang Rupiah sejak tahun 2000.

“Rupiah merupakan salah satu lambang kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk itu, Bank Indonesia mengingatkan kembali kepada masyarakat agar senantiasa menghormati dan memperlakukan uang Rupiah dengan baik,” tegas Agus lewat siaran pers-nya.

Writer: none

Berita Terkait

  1. Singapura Deportasi 2 WNI yang akan Bergabung dengan ISIS di Suriah

    Pemerintah Singapura mendeportasi dua orang warga Indonesia setelah dipastikan bahwa salah seorang dari mereka bermaksud melakukan perjalanan ke Suriah melalui Singapura, dengan bantuan dari tersangka kedua. More

  2. Presiden Jokowi Lepas Bantuan Kemanusiaan untuk Muslim Rohingya

    Pemerintah Indonesia mengirimkan paket bantuan kemanusiaan untuk warga Muslim Rohingya, di Rakhine State, Myanmar. More

  3. Pemerintah secara Resmi Terbitkan 11 Pecahan Uang Rupiah Baru

    Presiden Joko Widodo, Jokowi, Senin 19/12/2016, meresmikan pengeluaran dan pengedaran 11 pecahan uang Rupiah Tahun Emisi TE 2016, di gedung Bank Indonesia. More

Choice