Ini Kronologi Penganiayaan Taruna STIP Marunda Hingga Tewas

| Editor : Bayu Mardianto

Foto: Tribrata News
iyaa.com | Jakarta: Polisi tengah mendalami kasus tewasnya seorang taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda, yang diduga dianiaya oleh seniornya.

Amirullah Adityas Putra (19), taruna Jurusan Nautika Tingkat I STIP Marunda, Cilincing, Jakarta Utara tewas di gedung sekolahnya, diduga karena dipukuli oleh sejumlah seniornya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menerangkan, peristiwa bermula pada Selasa (10/01/2017) petang, saat para pelaku berinisiatif untuk mengerjai juniornya.

“Kasus berawal dari pukul 17.00 WIB, elesai latihan drum band, salah seorang tersangka, SM, mengajak pelaku lainnya berkumpul dan membuat rencana untuk ngerjain yuniornya di Tingkat I, yang merupakan bassist drum band/ tam tam,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, seperti dikutip dari Tribrata News, Rabu (11/01/2017).

Kemudian pada pukul 22.00 WIB, enam taruna tingkat I termasuk korban, Amirullah, dipanggil untuk berkumpul di lantai 2 kamar M-2015, gedung Dermotery Ring 4.

Satu persatu taruna tingkat I itu lalu datang ke lokasi tersebut, dan secara bergantian dianiaya oleh para pelaku dengan cara dipukul dengan menggunakan tangan kosong yang diarahkan ke perut, dada, dan ulu hati.

Korban Amirullah, menurut Argo Yuwono, juga dipukul secara bergiliran oleh para pelaku. Amirullah jatuh tak sadarkan diri saat mendapat pukulan dari tersangka WH.

Korban yang ambruk jatuh ke dada tersangka WH, selanjutnya diangkat oleh para pelaku dan saksi ke atas tempat tidur.

Melihat korban tak sadarkan diri, pelaku kemudian panik lalu menghubungi seniornya di tingkat 4, dan dilanjutkan ke pembina serta piket medis STIP. Kemudian kasus ini dilaporkan pula ke Polsek Cilincing.

“Para saksi dan para pelaku sedang kami periksa. Dan korban sudah kami bawa ke RS Polri Kramat Jati,” kata Kapolsek Cilincing, Kompol Aly Zusron.

Polsek Cilincing hingga Rabu (11/01/2017), telah menahan dan memeriksa secara intensif 4 orang tersangka, diantaranya SM (20), WS (21), Is (22), dan AR (20). Sejumlah media melaporkan, polisi telah memintai keterangan 7 orang saksi.

Writer: none

Choice