Obama Ucapkan Selamat Tinggal dalam Pidato Perpisahannya

| Editor : Bayu Mardianto

Foto: YouTube Gedung Putih via The Independent
iyaa.com | Chicago: Presiden Barack Obama mengucapkan selamat tinggal kepada warga AS, dalam pidato perpisahannya, Selasa (10/01/2017) malam waktu setempat, dan menyatakan bahwa dia tidak meninggalkan visinya tentang perubahan progresif.

Tapi dalam konsesi itu, untuk saat ini, ciri politik progresif dia terhenti di Washington. Menurut Obama, "untuk setiap dua langkah ke depan, sering kita merasa mengambil satu langkah mundur."

"Di sinilah saya belajar bahwa perubahan hanya terjadi ketika orang-orang biasa terlibat, dapat diikutsertakan, dan datang bersama-sama untuk menuntut hal itu," kata Obama dari aula di kota kelahirannya.

"Setelah delapan tahun sebagai Presiden, saya masih percaya itu," lanjut Obama, seperti dilansir dari CNN, Rabu (11/01/2017).

"Dan itu bukan hanya keyakinan saya. Ini detak jantung dari ide warga kami, Amerika - Eksperimen yang tegas di pemerintahan kami sendiri," tambahnya.

Obama mengatakan kepada para pendukungnya, daftar prestasi selama delapan tahun dia memimpin AS, mulai dari perawatan kesehatan, kesetaraan perkawinan, dan mengatakan bahwa karyanya belum selesai.

Obama mengakui Donald Trump sebagai penggantinya, dan mengatakan dia berkomitmen untuk transisi kekuasaan yang damai.

Namun dia memperingatkan bahwa pergerakan partai Demokrat tidak harus sejalan dengan kepemimpinan mereka.

"Demokrasi tidak memerlukan keseragaman," kata Obama.

"Pendiri kami bertengkar dan berkompromi, dan kita diharapkan untuk melakukan hal yang sama. Tapi mereka tahu bahwa demokrasi memang membutuhkan rasa dasar solidaritas – sebuah pemikiran untuk semua perbedaan luar kita, kita semua ini bersama; Bahwa kita naik atau turun, tetap bersatu. "

Writer: none

Choice