Polda Metro Jaya Tetapkan Nahkoda Kapal Zahro sebagai Tersangka

| Editor : Bayu Mardianto

Font Size:

iyaa.com | Jakarta: Polda Metro Jaya menetapkan Nahkoda KM Zahro Express, M Nali, 21, sebagai tersangka atas kebakaran kapal yang menewaskan 23 orang dan 17 orang hilang, pada liburan Tahun Baru, Minggu (01/01/2017).

“Setelah dua kali dilakukan pemeriksaan dan gelar perkara, penyidik menetapkan nahkoda kapal sebagai tersangka,” kata Direktur Polair Polda Metro Jaya, Kombes Hero Hendrianto Bachtiar, seperti dikutip Tribrata News, Selasa (03/01/2017).

Hero menambahkan, saat ini nakhoda kapal wisata Zahro Express, Nali masih diperiksa intensif di Direktorat Polair Polda Metro Jaya.

“Masih pemeriksaan intensif oleh penyidik,” tambah Hero.

Kombes Pol Hero menuturkan, Nali dijerat dengan Pasal 302 UU No. 17 tahun 2008 tentang Pelayaran karena dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Nali juga dijerat dengan pasal berlapis lainnya, seperti Pasal 117 jo 137 dan atau 303 jon122 UU No. 17 tahun 2008 tentang Pelayaran, Pasal 263 KUHP karena menggunakan dokumen palsu terkait manifes penumpang, Pasal 188 KUHP dan atau Pasal 359 KUHP dan Pasal 360 atau Pasal 416 KUHP.

Nali dinilai lalai dalam mengoperasikan kapal yang tidak layak berlayar sehingga mengakibatkan kematian puluhan penumpangnya.

Polda Metro Jaya telah memeriksa manifes penumpang, daftar kru kapal, memintai keterangan sejumlah saksi terkait kejadian itu. Selain itu, polisi juga memeriksa dokumen kapal.

“Penyidik sudah mengubah status pada saat BAP, tersangka sudah didampingi kuasa hukumnya,” kata Hero.

Nakhoda kapal Zahro Express itu pun kini sudah ditahan dan ditempatkan di sel tahanan Ditpolair Polda Metro Jaya.
Tags :