Tersangka Penembakkan di Bandara Florida Dihadirkan dalam Persidangan

| Editor : Bayu Mardianto

Foto: AFP
iyaa.com | Florida: Veteran perang Irak yang menjadi tersangka membunuh lima orang dalam aksi penembakan di bandara Florida, dihadirkan di pengadilan pada Senin (09/01/2017) untuk menghadapi dakwaan federal yang menuntut hukuman mati.

Esteban Santiago, 26, mengatakan kepada FBI, dua bulan sebelum dia melakukan penembakan, dia mendengar suara-suara.

Pada 7 November, dia mendatangi kantor FBI di Anchorage, Alaska, dan mengeluh bahwa pikirannya sedang dikendalikan oleh badan-badan intelijen nasional, yang memaksa dia untuk menonton video militan ISIS, kata pihak berwenang.

Ini perilaku tidak menentu yang seolah-olah dipengaruhi agen untuk menghubungi polisi setempat, yang membawanya untuk evaluasi kesehatan mental, kata Piro.

Menurut beberapa saksi, termasuk saudaranya dan seorang bibi, Santiago menderita masalah kesehatan mental.

Santiago diajukan ke hadapan hakim federal Alicia Valle, di Fort Lauderdale, dalam keadaan diborgol dan mengenakan jumpsuit penjara berwarna merah.

Dia bergumam "pagi" kepada hakim yang membacakan hak-haknya, menjelaskan langkah-langkah berikutnya dalam proses persidangan, dan menunjuk seorang pengacara untuk mewakilinya.

"Anda melakukan berbagai pelanggaran, melakukan tindakan kekerasan di bandara menyebabkan cedera; menggunakan dan membawa senjata api dalam kaitannya dengan kejahatan kekerasan, dan menyebabkan kematian seseorang melalui penggunaan senjata api," kata Valle, seperti dilansir dari Channel News Asia, Selasa (10/01/2017).

Dakwaan itu membawa hukuman mati atau penjara seumur hidup.

FBI menyatakan, pihaknya tidak mengesampingkan keterkaitan teroris pada penembakan di bandara Fort Lauderdale. Pejabat keamanan bandara menemukan pada November lalu, Santiago telah memberi pernyataan tak menentu, lalu dia dibawa untuk evaluasi kesehatan mental.

Santiago terbang ke Fort Lauderdale pada Jumat, dan mengambil sebuah pistol 9mm beserta amunisinya, yang telah dikemas dalam bagasi.

Dia melepaskan tembakan di bandara yang sedang sibuk, sampai dia kehabisan amunisi. Kemudian tiarap di lantai dan menyerah kepada deputi sheriff, kata pihak berwenang.

"Orang-orang yang menderita penyakit mental tidak boleh, menurut pendapat saya, untuk membeli atau memiliki senjata api setiap saat," kata Broward County Sheriff Israel Scott, kepada ABC afliasi Miami.

Tersangka yang melakukan perjalanan dari Alaska dengan tiket sekali jalan, mengatakan kepada penyidik, bahwa dia telah merencanakan serangan itu, kata agen FBI, Michael Ferlazzo, dalam dokumen pengadilan.

“Santiago menembakkan sekitar 10 sampai 15 putaran, menembak metodis sementara yang ditujukan kepala korbannya," kata Ferlazzo.

Selama sidang Senin, Santiago mengatakan dia telah menganggur sejak November 2016 lalu, setelah dia meninggalkan pekerjaan di Anchorage, Alaska, sebagai petugas keamanan di sebuah perusahaan bernama Signal 88, dan dia hanya memiliki uang 5 atau 10 dolar AS di rekening giro.

Mempertimbangkan situasi keuangan Santiago, hakim Valle menunjuk kejaksaan Robert Berube untuk mewakilinya, dan menetapkan sidang pada 17 dan 23 Januari 2017 mendatang.

Sebagai seorang mantan anggota Puerto Rico dan Garda Nasional Alaska, Santiago bertugas di Irak dari April 2010 hingga Februari 2011. Dia mengakhiri pengabdiannya pada Agustus 2011.

Writer: none

Berita Terkait

  1. Video Rekaman Penembakan di Bandara Florida Tersebar Luas

    Beredar luas rekaman video yang menggambarkan seorang lelaki bersenjata berjalan dengan tenang melalui area pengambilan bagasi, lalu tanpa bicara langsung melepaskan tembakan dan menewaskan 5 orang di bandara Florida, Jumat 09/01/2017. More

Choice