Ini 9 Masjid Tertua di Indonesia

| Editor : Bayu Mardianto

Font Size:

iyaa.com | Jakarta: Mayoritas penduduk Indonesia adalah penganut agama Islam. Bahkan Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah penduduk yang beragama Islam terbanyak di dunia.

Setidaknya ada 3 teori yang menyebutkan sejarah pertama masuknya Islam ke bumi Nusantara. Ada yang menyebutkan bahwa Islam disebarkan ke Indonesia pada abad ke-7 Masehi, namun ada pula yang menyebutkan pada abad ke-15 Masehi, masing-masing oleh bangsa Arab, India, dan Persia. Sejumlah bukti sejarah pertama kalinya penyebaran agama Islam di Indonesia pada ratusan tahun lalu, hingga kini masih bisa dilihat, salah satunya adalah masjid, yang merupakan rumah ibadah umat Islam.

Berikut 10 masjid tertua di Indonesia, seperti dirangkum iyaa.com dari berbagai sumber:

1. Masjid Saka Tunggal (1228)

Masjid ini memiliki nama resmi Masjid Saka Tunggal Baitussalam, namun lebih populer dengan nama Masjid Saka Tunggal. Masjid ini mulai didirikan pada 1228 Masehi, menurut prasasti yang terpahat di Guru Saka (tiang/ pilar utama) masjid. Masjid ini terletak di Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, sekitar 30 km dari kota Purwokerto.

2. Masjid Wapauwe (1414)

Masjid Wapauwe yang telah berusia 7 abad ini merupakan masjid paling tua di Maluku, dan masih terawat dengan baik. Masjid yang berukuran 10x10 meter ini telah beberapa kali direnovasi, namun tetap mempertahankan bentuk dan material asli bangunan seperti dahulu kala. Keunikan masjid ini adalah dibangun tanpa memakai paku atau pasak kayu, dan konstruksi dindingnya terbuat dari pelepah sagu dan beratapkan daun rumbia.

3. Masjid Ampel (1421)

Masjid Ampel didirikan oleh salah seorang ulama Wali Songo, yaitu Sunan Ampel, pada tahun 1421. Bangunan masjid yang memiliki luas 120 x 180 meter berarsitektur Cina dan Arab. Di dekat Masjid Ampel terdapat kompleks makam Sunan Ampel, dan di samping kiri masjid terdapat sebuah sumur yang diyakini bertuah, sebagai penguat janji atau sumpah. Masjid kuno ini berada di bagian utara Kota Surabaya, Jawa Timur.

4. Masjid Agung Demak (1474)

Masjid Agung Demak dibangun oleh Raden Patah, raja pertama Kesultanan Demak Bintoro, pada 1474. Masjid yang berada di desa Kauman, Demak, Jawa Tengah ini diyakini sebagai tempat berkumpulnya Wali Songo untuk membahas penyebarluasan agama Islam di Jawa.

Masjid Agung Demak terdiri dari 2 bangunan, yakni bangunan induk dan bangunan serambi. Di dalam bangunan induk ada empat tiang utama yang disebut Saka Guru. Tiang ini konon berasal dari serpihan-serpihan kayu, sehingga dinamai Saka Tatal. Atapnya berbentuk limas yang ditopang delapan tiang yang disebut saka Majapahit.

5. Masjid Sultan Suriansyah (1526)


Masjid Sultan Suriansyah dibangun pada masa Tuan Guru (1526 – 1550) - Raja Banjar yang pertama memeluk agama Islam, pada tahun 1526. Masjid ini berada di Kecamatan Kesehatan, Banjarmasin Utara, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, daerah yang dikenal sebagai Banjar Lama, ibukota pertama kali Kesultanan Banjar.

Bangunan Masjid Sultan Suriansyah memiliki gaya arsitektur tradisional Banjar, yang memiliki atap tumpang tindih.

6. Masjid Menara Kudus (1549)

Satu lagi masjid peninggalan seorang Wali Songo, yaitu Masjid Menara Kudus. Masjid yang disebut juga sebagai Masjid Al-Manar ini didirikan pada tahun 1549 oleh Sunan Kudus. Konon, batu pertama yang diletakkan untuk membangun masjid ini menggunakan batu dari Baitul Maqdis, Palestina. Desain bangunan masjid ini cukup unik karena memadukan budaya Islam dan Hindu.

Masjid Menara Kudus terletak di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kudus, Jawa Tengah.

7. Masjid Agung Banten (1552)

Masjid Agung Banten sarat akan nilai sejarah dari Kesultanan Banten. Masjid ini dibangun oleh Sultan Maulana Hasanuddin, Sultan pertama dari Kesultanan Banten, pada 1552 – 1570. Sultan Maulana Hassanuddin adalah putra pertama dari Sunan Gunung Jati.

Ciri khas dari masjid ini adalah atap bangunan utama yang bertumpuk lima, mirip pagoda China yang juga merupakan karya arsitek Cina yang bernama Tjek Ban Tjut. Dua buah serambi yang dibangun kemudian menjadi pelengkap di sisi utara dan selatan bangunan utama.

Masjid Agung Banten terletak di Desa Banten Lama, tepatnya di desa Banten, sekitar 10 km sebelah utara Kota Serang.

8. Masjid Mantingan (1559)

Masjid Mantingan merupakan masjid kedua yang dibangun oleh Kesultanan Demak, setelah Masjid Agung Demak. Masjid kuno ini dibangun pada tahun 1481 Saka atau tahun 1559 Masehi berdasarkan candrasengkala yang terukir pada mihrab Masjid Mantingan berbunyi “Rupa Brahmana Warna Sari.”

Masjid Mantingan berada di Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, Jepara, Jawa Tengah.

9. Masjid Al-Hilal Katanga (1603)

Masjid Al-Hilal atau lebih dikenal dengan nama Masjid Katangka adalah salah satu masjid tertua di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Dinamakan Masjid Katangka karena berlokasi di kelurahan Katangka, kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Selain itu, masjid ini disebut Katangka, karena bahan baku dasar dari masjid tersebut diyakini diambil dari pohon Katangka.

Ada sebuah prasasti yang menyebutkan bahwa masjid ini dibangun pada tahun 1603, tetapi beberapa sejarawan meragukan informasi ini. Pendapat lain mengatakan bahwa masjid dibangun pada awal abad ke-18.

Tags :



Berita Terkait

  1. Ini Tempat Liburan Anti Mainstream dan Sedang Viral di Bali

    Siapa sangka sebuah tempat yang dahulunya menyeramkan, kini berubah menjadi destinasi wisata yang sedang viral di sosial media muda-mudi yang gemar foto selfie. More

  2. 10 Destinasi Wisata Menarik di Gorontalo

    Sejak akhir tahun 2016 hingga awal tahun 2017 ini, banyak sekali wisatawan yang tertarik mengunjungi Gorontalo. More

  3. Bancolono, Petilasan Raja Brawijaya V yang Menjadi Tempat Bertapanya SBY

    Sejumlah pejabat tinggi negara di Indonesia juga dikabarkan sering melakukan pertapaan di Gunung Lawu. Bekas Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diberitakan sering bertapa di Pertapaan Ba... More