Biker Wajib Tahu 7 Poin Postur Berkendara Ini

| Editor : Muhammad Dzulfiqar

Foto: astra-honda.com
iyaa.com | Jakarta: Tren tingkat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengendara sepeda motor cenderung meningkat pada setiap musim mudik. Karenanya, persiapan diri dan kendaraan sebelum memulai perjalanan perlu lebih diperhatikan.

Hal mendasar pada 'persiapan diri' yang perlu diperhatikan pengendara sepeda motor adalah postur riding, dari sinilah semua perjalanan dimulai.

Postur riding adalah posisi berkendara yang tepat dan simultan sehingga memudahkan seluruh tubuh pengendara untuk lebih responsif sepanjang perjalanan berlangsung. Postur riding, terdiri sedikitnya dari 7 poin berikut:

Pandangan Mata Jauh ke Depan
Mata yang memandang jauh lurus ke depan, dipastikan memberi keseimbangan optimal pada tubuh sehingga tubuh tidak mudah jatuh dan tidak mudah mengantuk/lelah. Kesalahan banyak pengendara adalah mengarahkan fokus pandangan mereka ke bagian belakang kendaraan di depannya yang jaraknya tentu sangat dekat-pendek. Hal ini melemahkan keseimbangan dan membuat tubuh pengendara menjadi mudah untuk terjatuh.

Simulasikan lah dengan satu orang rekan Anda yang bertugas memberi sedikit dorongan di punggung Anda saat Anda pada posisi; pertama, berdiri dengan kuda-kuda sejajar sementara pandangan mata jauh ke depan. Kedua, berdiri dengan kuda-kuda sejajar sementara pandangan mata dekat ke bawah.
Foto: geometryarchitecture.wordpress.com
Otot Pundak Santai
Banyak pengendara tak sadar bahwa saat ia berkendara, posisi ke dua pundaknya terangkat mengarah ke rahang di wajah atau bisa di berbagai posisi namun dengan keadaan otot yang tegang. Sebagian pengendara bahkan mengira, itu sebagai bentuk kekuatan. Sebenarnya, ini adalah pandangan yang salah dan postur yang membahayakan.

Turunkan lah pundak Anda saat berkendara dan rasakan ototnya begitu rileks sampai Anda merasa tenang dan nyaman. Postur ini memudahkan pundak untuk bersinergi dengan bagian lain seperti bagian sepanjang lengan dan pinggul, sehingga tubuh mudah untuk bersikap responsif.

Siku Sedikit Menekuk
Tahukah Anda apa fungsi siku bagi pengendara, sesungguhnya? Bagi pengendara, siku adalah suspensi, maka Ia harus dalam keadaan lentur dan siap memberikan ayunan.

Mulai lah untuk berkendara dengan posisi siku agak ditekuk keluar (arah samping tubuh) dan cobalah mendorong tubuh anda sendiri ke arah kemudi motor kemudian kembali ke posisi sebelumnya. Rasakan siku bekerja sebagai pegas yang baik untuk Anda.

Jika sudah terbiasa, Anda akan merasakan manfaatnya minimal saat Anda sedang menikung dengan tunggangan Anda. Saat Anda menikung ke kiri, siku kiri Anda akan mempertahankan posisinya (bahkan cenderung mengarah ke luar) dan tidak masuk ke arah dalam. Ini bukti siku Anda telah berhasil menjadi suspensi yang andal untuk Anda.

Tangan Memegang Grip Stang
Seharusnya, semua permukaan telapak tangan dan jari menempel sempurna di grip stang. Kecuali, jari telunjuk kiri dan jari tengah kiri.

Kebiasaan pengendara yang meletakkan satu atau beberapa jari tangan kanannya di tuas rem depan adalah kesalahan fatal yang jika dalam keadaan panik bisa menyebabkan reflek negatif berupa pengereman mendadak yang mematahkan arah kemudi.

Kebiasaan buruk lainnya adalah meletakkan jempol kiri di tombol lampu sein. Tahukah Anda, saat Anda panik dan motor Anda tersungkur, besar kemungkinan jempol kiri Anda tadi akan patah.

Pingul Rileks
Jika Anda pernah merasa kesal karena perempuan yang berkendara persis di depan Anda selalu ragu atau sembarangan saat belok atau berpindah lajur, itu dikarenakan mata dan kepala tidak leluasa melihat spion sehingga tubuh tidak rileks. Pada keadaan ini, jalur meridian tubuh menjadi sangat kaku dan penyebabnya adalah pinggul yang kaku.

Efek lain dari pinggul yang kaku adalah, kaki lambat turun ke permukaan jalan saat motor berhenti dan lain sebagainya.

Lutut Menjepit Tangki dengan Ringan
Ini berfungsi untuk menyesuaikan arus angin dari depan dan sebagai pengendali kedua setelah tangan. Saat mata hingga pinggul pengendara sudah terkondisikan sebagaimana seharusnya, maka paha menjepit tangki atau sejajar fairing maka pengendara akan semakin menyatu dengan motor dan motor pun semakin mudah untuk dikendalikan.

Kaki Menghadap ke Depan
Hal terakhir dalam sikap tubuh pengendara yang baik adalah posisi kaki. Kaki harus pada posisi kuda-kuda: Kuda-kuda rata dengan telapak kaki di pedal (motor non matic) dan kuda-kuda kiri depan atau kanan depan (khusus motor skuter matic).

Posisi ini membuat tubuh pengendara memiliki pondasi yang kokoh untuk menghadapi berbagai keadaan tak terduga selama berkendara. Bagi Anda membutuhkan bantuan visual dalam menerapkan postur riding ini, simak lah video dari Honda berikut!


Writer: none

Berita Terkait

  1. Tiga Pemenang HMC 2016 Adu Modifikasi CBR250RR

    Tunjukan keseriusannya dalam mendukung kreatifitas modifikasi sepeda motor nasional, PT AHM gelar Honda Dream Ride Project 2017 sebagai ajang adu tanding para modifikator pemenang HMC 2016. More

  2. Honda Modif Contest 2017 Seri Manado

    Honda Modif Contest HMC 2017 telah memasuki seri kedua dan akan dilangsungkan di Kota Manado untuk menjaring kreasi modifikator sepeda motor Honda asal Bitung, Tomohon, Kotamobagu dan sekitarnya. More

  3. AHM Oil Gelar Lomba Selfi Para Netizen

    Panduan lengkap mengikuti lomba selfi berhadiah jutaan rupiah di jejaring sosial Facebook, Instagram dan Twitter dari AHM Oil . More

  4. Video Varian Warna Vario 150 eSP Ramai Penonton

    Sebuah video singkat tentang pilihan warna New Vario 150 eSP yang ditonton banyak orang menjadi bukti banyaknya peminat motor seharga Rp 21 jutaan itu. More

  5. Adu Mesin, X-Ride 125 Vs Beat Street!

    All New BeAT Street eSP atau All New X-Ride 125? Lihat dulu komparasi mesinnya berikut ini, baru beli More

Choice