'Rider' Satria FU Ditilang Gara-gara Ban Botak?

| Editor : Muhammad Dzulfiqar

Foto: OpenClipart-Vectores
iyaa.com | Jakarta: Bisakah polisi menilang pengendara yang menunggangi kuda besi yang menggunakan ban botak? Karena kabarnya telah terjadi penilangan karena ban botak dan kabar ini pun ramai diperbincangkan di grup Facebook Suzuki Satria F150 Club (SSFC).

Konon, diskusi para rider di grup itu pun berlanjut hingga ke situs konsultasi hukum daring, hukumonline.com. Disebutkan rider yang ditilang polisi itu bernama Cahyo Sukma Wardana. Tapi, pencarian singkat iyaaotomotif di jejaring sosial Facebook dan di situs hukumonline.com, belum menemukan adanya kabar tersebut.

Meski begitu, sekedar untuk berbagi pengetahuan dengan para riders tentang "bisakah polisi menilang pengendara yang menunggangi kuda besi yang menggunakan ban botak?" tentu tidak ada salahnya, kan.

Pertama, penting bagi sobat riders sekalian untuk sesering mungkin membaca UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) sebagai pedoman berlalu lintas. Bagi riders muslim, berpedoman terhadap UU LLAJ tersebut terbilang 'kudu' karena UU LLAJ tersebut adalah aturan pemerintah dan ketaatan kepada pemerintah termasuk hal 'kudu' bagi riders muslim.

Di UU LLAJ tersebut tepatnya di pasal Pasal 48 ayat 1, negara mewajibkan setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan harus memenuhi persyaratan teknis dan layak jalan. Bunyi persisnya adalah:

"Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah)".

Kedua, memang sih tidak tercantum mengenai ban botak pada pasal tersebut, tapi penafsiran persyaratan teknis dan kelayakan jalan dalam pasal itu, digamblangkan kemudian dalam Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan yang Pasal 73 nya membatasi kedalaman alur ban tak boleh kurang dari 1 milimeter.

Hmmm, jelas ya, polisi berhak menilang sobat saat sobat mengendarai motor yang bannya sudah botak. Jadi, yang bannya sudah botak semoga bisa segera ganti ban. Amiin.

Writer: none

Berita Terkait

  1. 16 Hal yang Bisa Bikin 'Anti' Tilang

    Hari gini masih kena tilang? Baca ini Kalau kamu malas baca undang-undang. More

  2. Periksa Bagian Ini saat Membeli Ban!

    Memeriksa bagian ini saat Anda membeli ban adalah hal fadhu yang harus dilakukan sebelum Anda menyesal harus keluar kocek dua kali. More

  3. Begini Jadinya Kalau Tekanan Ban Teralu Keras

    Jangan sepelekan lagi kondisi ban dan tekanan anginnya. Video meletusnya ban-ban ini bikin ngeri More

  4. Dari Pada Kesal, Tambal Ban Sendiri Aja!

    Kamu termasuk yang sering kesal pada tukang tambal ban? Nambal ban sendiri aja Sob Bahannya murah meriah kok More

  5. Kapan Waktu yang Tepat untuk 'Tambah Angin'?

    Ketahui waktu-waktu yang tepat untuk mengisi angin ban agar Anda bisa lebih dekat dengan tunggangan. More

Choice