Wajib 'Ngerti'! Supaya Cerdas Hadapi Dishub saat Tungganganmu Diderek

| Editor : Muhammad Dzulfiqar

Foto: PIRO4D
iyaa.com | Jakarta: Masalah perparkiran adalah masalah serius di berbagai negara karena pertumbuhan jumlah kendaraan tidak diimbangi oleh pertumbuhan infrastruktur jalan dan perparkiran. Hal ini akan lebih 'jadi masalah' lagi, ketika para pengendara tak mau tahu soal aturan-aturan yang mengikat tentang perparkiran.

Di Indonesia dasar hukum yang menjadi pedoman perparkiran adalah Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ). Tapi detil teknis lapangannya diatur oleh perda di masing-masing daerah. Di DKI Jakarta misalnya, perparkiran diatur melalui Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2012 tentang Perparkiran (Perda DKI Jakarta 5/2012).

Perda inilah yang menjadi landasan teknis kinerja personel Dinas Perhubungan (Dishub) ketika menderek kendaraan yang melanggar perparkiran.

Pada pasal 64 ayat (1) Perda DKI Jakarta 5/2012 diatur, kendaraan bermotor yang parkir di tempat yang dinyatakan dilarang dan/atau yang dinyatakan dilarang parkir oleh penyelenggara parkir, dapat dipindahkan ke tempat lain yang tidak mengganggu pengguna jalan dan/atau pengguna jasa parkir atas prakarsa pengemudi kendaraan itu sendiri dengan atau tanpa bantuan pihak lain.

Adapun yang dimaksud dengan "tempat yang dinyatakan dilarang" dijelaskan kemudian dalam pasal 31 Perda DKI Jakarta 5/2012, yakni:

a. Sepanjang 6 m sebelum dan sesudah tempat penyeberangan pejalan kaki atau tempat penyeberangan sepeda yang telah ditentukan;
b. Sepanjang 25 m sebelum dan sesudah tikungan tajam dengan radius kurang dari 500 meter;
c. Sepanjang 50 m sebelum dan sesudah jembatan;
d. Sepanjang 100 m sebelum dan sesudah perlintasan sebidang;
e. Sepanjang 25 m sebelum dan sesudah persimpangan;
f. Sepanjang 6 m sebelum dan sesudah akses bangunan gedung; dan
g. Sepanjang 6 m sebelum dan sesudah hidran pemadam kebakaran atau sumber air sejenis.

Dan wewenang derek oleh Dishub tertuang dalam Pasal 64 ayat (2) Perda DKI Jakarta 5/2012 yang mengatur pemindahan kendaraan dapat dilakukan oleh petugas apabila kendaraan terparkir lebih dari 15 menit. Adapun jika kurang dari 15 menit maka petugas Dishub dilarang untuk melakukan penderekan sesuai pasal 64 ayat (3) Perda DKI Jakarta 5/2012.

Pengetahuan ini penting bagi setiap pengendara agar tunggangan tidak diderek oleh petugas. Dan jika terjadi penderekan ilegal seperti terlanggarnya ayat 3 pada pasal 64 Perda DKI Jakarta 5/2012, sobat drivers berhak membela diri dengan cara yang patut dan tetap menghindari aksi bela diri dengan cara seperti terekam dalam video unggahan NETZ.id ini di Facebook:

Laki-laki ini Merengek Saat Mobilnya Diderek Petugas

Menolak mobilnya diderek, laki-laki ini merengek kepada petugas Sudin Perhubungan dan Transportasi Jakarta Barat. Bukan hanya itu, seorang wanita yang mengaku wartawan ini bahkan ikut membantunya dan juga memukul petugas. https://netz.id/news/2016/06/23/00516-01316/1017230616/pria-ini-merengek-saat-mobilnya-diderek-petugas

Dikirim oleh NETZ.id pada 24 Juni 2016

Writer: none

Berita Terkait

  1. 'Rider' Satria FU Ditilang Gara-gara Ban Botak?

    Ternyata ban botak memang dilarang, Sob Dendanya mencapai Rp 250 ribu, sama dengan harga ban standar. More

  2. Dijaga 'Sepibenermen', JLNT Kasablanka Sepi Pelanggar

    Video spiderman yang menjaga Jalan Layang Non Tol Kasablanka ini melanjutkan cerita riuh pemotor di jalanan khusus mobil tersebut. More

  3. 16 Hal yang Bisa Bikin 'Anti' Tilang

    Hari gini masih kena tilang? Baca ini Kalau kamu malas baca undang-undang. More

  4. Tak Adil! Razia di Jalan non Tol Kasablanka Polisi Loloskan Ninja250

    Video lolosnya Kawasaki Ninja dari razia lalu-lintas di jalan layang non tol Kasablanka tuai pertanyaan kenapa dan cerminkan kurangnya edukasi serta upaya penegakan keadilan. More

  5. Karena Ini, Motor 'Haram' Lewati Jalan Layang Kasablanka

    Karena alasan ini, ruas Jalan Layang Non Tol Kasablanka terlarang bagi sepeda motor. More

Choice