Hati-hati Pakai Gurita HP di 'Dashboard' Motor!

| Editor : Muhammad Dzulfiqar

Foto: cdninstagram.com
iyaa.com | Jakarta: Berawal dari banyaknya driver ojek online (Ojol) yang memasang gurita HP (sebutan untuk karet perekat handphone kepada benda lain) di dashboard motornya, sekarang ini makin banyak pemotor yang melakukan hal yang sama.

Tujuannya sama, yakni sama-sama agar bisa melihat dengan jelas screen HP saat navigasi map digital digunakan atau saat gerilnya mencari orderan bagi para budak Ojol.

Terkesan sederhana dan cukup membantu pengendara sih, tapi sebenarnya berbahaya dan bisa kena tilang juga, Sob.

Kenapa berbahaya? Karena HP yang kamu rekatkan ke dashboard motor dengan gurita membuat kamu tidak bisa melihat secara utuh speedometer kamu. Ini, alasan sah bagi polisi untuk memberikan tilang pada kamu sesuai dengan pasal 48 ayat (3) huruf (i) UU LLAJ yang berbunyi:

"Persyaratan laik jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan oleh kinerja minimal Kendaraan Bermotor yang diukur sekurang-kurangnya terdiri atas:

a. emisi gas buang;
b. kebisingan suara;
c. efisiensi sistem rem utama;
d. efisiensi sistem rem parkir;
e. kincup roda depan;
f. suara klakson;
g. daya pancar dan arah sinar lampu utama;
h. radius putar;
i. akurasi alat penunjuk kecepatan;
j. kesesuaian kinerja roda dan kondisi ban; dan
k. kesesuaian daya mesin penggerak terhadap berat kendaraan."


Foto: bukalapak

Ketentuan lain terkait hal ini juga terdapat pada pasal 58 UU LLAJ yang menetapkan bahwa setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan dilarang memasang perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas.

Sanksi terhadap hal yang sebelumnya dianggap remeh ini juga tidak main-main sebagaimana bunyi pasal 279 UU LLAJ:

"Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang dipasangi perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas sebagaimana dimaksud dalam pasal 58 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah),".

Jika mempelajari pasal-pasal tersebut, maka ketimbang merekatkan HP di dashboard motor, iyaaotomotif lebih memilih menggunakan holder yang dipasang di bagian stang atau bisa juga di handle spion dengan tetap menjamin bahwa tidak ada fungsi kelengkapan sepeda motor yang terganggu.

Artinya, keberadaan holder tidak menggangu driver untuk memfungsikan tombol di kemudi seperti, starter, sein, klakson dan lampu isyarat. Juga tidak menghalangi pandangan driver ke kaca spion dan pandangan ke dashboard motor.

Foto: Kappa GPS Holder KS950/FortNine

Writer: none

Berita Terkait

  1. Parkir di Trotoar Bisa Didenda Rp 50 Juta? Bisa!

    Pemprov DKI Jakarta sudah mulai mencanangkan Bulan Tertib Trotoar. Nah, bagi pemotor yang suka parkir di trotoar, Waspadalah More

  2. 'Emak-emak' Disebut dalam Himbauan 'Safety Riding'

    Kaum hawa kian berani menunggangi berbagai jenis kuda besi di jalanan, termasuk motor laki. Sehingga giat edukasi safety riding kepada mereka pun semakin perlu untuk ditingkatkan. More

  3. Anti Panas Anti Hujan dengan Aksesoris Motor Ini

    Mungkin kangen Satria Baja Hitam, makanya aksesoris motor ini laris di Thailand. More

  4. Intercom Helm Buat Rider yang Bau Mulut

    Agar bau mulut tidak lagi menjadi kendala saat harus mengobrol dengan pembonceng, intercom bisa menjadi solusi. More

  5. Aksesoris Helm Ini, Bukan Hanya untuk 'Gaya-Gayaan'

    Ini model personalisasi helm yang gaya, nggak udik dan mendukung keselamatan. More

Choice