Paus Fransiskus Bawa 12 Migran Suriah ke Vatikan

| Editor : Bayu Mardianto

Foto: Irish Time

iyaa.com | Athena: Paus Fransiskus membawa 12 migran asal Suriah untuk ikut dengan dia ke Vatikan, setelah Paus mengunjungi sebuah kamp pengungsi di pulau Lesbos, Yunani.

12 migran Suriah yang diajak Paus merupakan tiga keluarga, termasuk enam anak, yang semuanya muslim. Rumah ketiga keluarga tersebut dibom selama perang Suriah.

Satu keluarga yang ikut bersama Paus adalah keluarga dari dua orang insinyur, Hasan dan Nour, serta putra mereka dua tahun. Mereka datang dari Damaskus dan tinggal di Zabadani, daerah dekat perbatasan Lebanon yang telah dikepung oleh pasukan pemerintah dan dibom. Mereka kemudian melarikan diri ke Turki, dan naik perahu untuk menuju ke Lesbos.

Kemudian Ramy, seorang guru, dan Suhila, seorang penjahit, keduanya berusia 50 tahun dan berasal dari Deir al-Zour, Suriah, di dekat perbatasan Irak, sebuah kota yang diserang dan dikuasai oleh ISIS. Pasangan ini tiba di Yunani dengan tiga anak-anak mereka pada bulan Februari 2016 melalui Turki.

Lalu Osama dan Wafa yang berasal dari Zamalka, pinggiran ibukota Suriah, Damaskus. Wafa mengatakan, bungsu dari dua anak mereka sering terbangun setiap malam, dan bahkan berhenti berbicara untuk sementara waktu.

Vatikan dalam sebuah pernyataan mengatakan, bahwa Paus Francis ingin membuat “tanda selamat datang '' kepada para pengungsi.

Ribuan migran sekarang terjebak di Lesbos, Yunani, setelah bulan lalu Uni Eropa-Turki mencapai kesepakatan untuk mencoba meringankan arus ribuan pengungsi.



Foto: Irish Time


Paus Fransiskus sebelumnya mengatakan kepada migran yang tinggal di kamp Moria, pulau Lesbos, Yunani, "anda tidak sendirian."



Sekitar 3.000 orang migran ditahan di kamp Lesbos. Kamp ini menahan migran dari negara yang dilanda konflik, seperti Suriah, Irak, Afghanistan, Pakistan, Libya dan negara konflik lainnya. Mereka ditangkap karena ditolak untuk menyeberang masuk ke perbatasan Macedonia.




Beberapa migran berbaris di jalan-jalan dengan membawa spanduk memohon bantuan saat Paus tiba. Beberapa orang menangis, dan ada yang bersimpuh di kaki Paus, lalu meneriakkan "kebebasan (freedom)."

Dalam sambutannya, Paus mengakui sebuah "pengorbanan besar" yang telah dilakukan orang-orang di kamp. Paus mengatakan, ia ingin menarik perhatian dunia atas krisis kemanusiaan menyeramkan ini.



"Jangan kehilangan harapan. Hadiah terbesar yang kami dapat tawarkan satu sama lain adalah cinta," kata Paus seperti yang dilansir BBC, Minggu (17/04/2016).


12 migran asal Suriah yang ikut dibawa Paus Fransiskus ke Vatikan | Foto: AP

 

Berdasarkan data yang diperoleh BBC dari PBB dan polisi Yunani, jumlah pengungsi dan migran yang mendarat di pulau Lesbos, Yunano mencapai 89.443, dimana 4.142 diantaranya kini berada di pulau tersebut, 3.060 ditahan di kamp Moria, 665 migran berada di fasilitas terbuka Kara Tepe. Ada 3.582 yang kini telah mengajukan suaka status kewarganegaraan Yunani.


Writer: none

Berita Terkait

  1. Kelompok Kedua Migran yang Dideportasi Yunani Tiba di Turki

    Kelompok kedua migran yang dideportasi dari Yunani telah tiba di Turki dengan menggunakan kapal feri, sebagai bagian dari kesepakatan Uni Eropa untuk mengurangi angka migran yang mencapai Eropa. More

  2. PBB: Seribu Warga Irak Tewas Selama Bulan Maret Akibat Konflik dengan ISIS

    PBB mengungkapkan, kekerasan di Irak menewaskan sedikitnya 1.119 warga Irak pada bulan Maret 2016, terjadi peningkatan tajam dari bulan sebelumnya, setelah kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah ISIS meningkatkan serangan terhadap warga sipil, meskipun mereka mengalami kemunduran di medan perang. More

  3. Puluhan Ribu Warga Sipil Terjebak Diantara Pertempuran Tentara Irak dengan ISIS

    Puluhan ribu warga sipil Irak terjebak diantara pertempuran antara tentara pemerintah melawan kelompok militan ISIS, di provinsi Anbar barat, ungkap juru bicara pasukan elit kontraterorisme Irak, Jumat 01/04/2016. More

  4. Amnesty Internasional: Turki secara Ilegal Memulangkan Pengungsi Suriah

    Turki telah secara ilegal mengembalikan ribuan pengungsi Suriah ke tanah air mereka, dalam beberapa bulan terakhir. Amnesty Internasional menyoroti bahayanya bagi para migran yang dikirim kembali ke negaranya, terutama Turki berada di bawah kesepakatan Uni Eropa untuk melindungi pengungsi dan migran yang berlaku pekan depan, kata Amnesty International, Jumat 01/04/2016. More

  5. Paus Fransiskus Membasuh Kaki Pengungsi saat Kamis Putih

    Paus Fransiskus membasuh kaki 11 orang pencari suaka muda, untuk menggugah masyarakat internasional untuk menyediakan perlindungan bagi pengungsi. More