Now Reading:
Tika Bravani Belajar Kehidupan dari Sosok Denok ‘Tukang Ojek Pengkolan’
Full Article 3 minutes read

Tika Bravani Belajar Kehidupan dari Sosok Denok ‘Tukang Ojek Pengkolan’

iyaa.com | Jakarta: Tika Bravani kini muncul di layar kaca dalam peran Denok di sitkom Tukang Ojek Pengkolan (TOP) RCTI. Perannya sebagai Denok terbilang unik dan berbeda.

Di Tukang Ojek Pengkolan, Denok merupakan istri Ojak (Eza Yayang) yang memiliki sikap dan sifat berbeda dari kebanyakan wanita. Denok adalah wanita yang kaku, cuek dan polos dengan pemikiran-pemikirannya yang sederhana.

Tika Bravani akui dapatkan banyak pelajaran hidup dari sosok Denok. Hal ini ia bagikan dalam postingannya kemarin, Rabu (21/3/2018).

“Belajar dari tokoh Denok. Dia itu cuek, kaku, polos, ngga ada basa-basi, harfiah banget, bermuka datar, ketawanya aneh, simpel, dan suka menemukan kebenarannya sendiri.”

“(misal dialognya: “Denok mau beli kacang panjang soalnya nanti mau bikin sayur tumis kacang pendek”.. lah bener kaan, ga salah doong, waktu ditumis kacangnya pendek karena dipotong dulu😂).”

“Kalau punya temen kayak Denok jujur deh.. kesel ngga? Bawaannya pengen ngomongin di belakang gak? Tapi jangaan.. karena kita ngga tau kelebihannya dia apa. Kalau ternyata dia lebih pintar dan lebih berbesar hati dari kita gimana?”

“Dulu ada dialog Denok yg bikin aku terenyuh. Begini….
Udin: “mbak Denok kok mau nikah sama bang Ojak? Bang Ojak kan tukang ojek”
Denok: “memangnya kenapa dengan tukang ojek? Pekerjaan itu kan sama seperti pakaian. Bisa diganti-ganti”.”

“Tuuh.. sesederhana itu pemikiran dia. Itu juga yang bikin dia menerima orang sekitarnya apa adanya.. ga mikir ngejelimet si A kok begini si B kok begitu. Intinyaa, setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kalau ada kekurangannya, terima aja, karena siapa tau kelebihannya bikin kita perlu belajar dengannya.❤,” tulis Tika Bravani.

Belajar dari tokoh Denok. Dia itu cuek, kaku, polos, ngga ada basa-basi, harfiah banget, bermuka datar, ketawanya aneh, simpel, dan suka menemukan kebenarannya sendiri (misal dialognya: “Denok mau beli kacang panjang soalnya nanti mau bikin sayur tumis kacang pendek”.. lah bener kaan, ga salah doong, waktu ditumis kacangnya pendek karena dipotong dulu😂). Kalau punya temen kayak Denok jujur deh.. kesel ngga? Bawaannya pengen ngomongin di belakang gak? Tapi jangaan.. karena kita ngga tau kelebihannya dia apa. Kalau ternyata dia lebih pintar dan lebihberbesar hati dari kita gimana? Dulu ada dialog Denok yg bikin aku terenyuh. Begini…. Udin: “mbak Denok kok mau nikah sama bang Ojak? Bang Ojak kan tukang ojek” Denok: “memangnya kenapa dengan tukang ojek? Pekerjaan itu kan sama seperti pakaian. Bisa diganti-ganti” Tuuh.. sesederhana itu pemikiran dia. Itu juga yang bikin dia menerima orang sekitarnya apa adanya.. ga mikir ngejelimet si A kok begini si B kok begitu. Intinyaa, setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kalau ada kekurangannya, terima aja, karena siapa tau kelebihannya bikin kita perlu belajar dengannya.❤️ . . . Denok lahir dari ANP @arisnugraha_anpfilms @melviyendra @ilmaff , mas Sokat, mas Sofa 👏👏👏 @mncp_tukangojekpengkolan.rcti 16.30 di RCTI

A post shared by Tika Bravani (@tikabravani) on


Leave a Reply

Input your search keywords and press Enter.