Now Reading:
5 Mitos Seputar Pelembap, Nomor 3 yang Paling Dipercaya
Full Article 3 minutes read

5 Mitos Seputar Pelembap, Nomor 3 yang Paling Dipercaya

iyaa.com | Jakarta: Moisturizer alias pelembap merupakan salah satu produk kecantikan yang umum dimiliki kaum hawa. Namun dibalik kepopuleran pelembap, ada beberapa mitos tentang produk ini. Apa saja mitos seputar pelembap? Apakah mitos-mitos tersebut benar atau tidak?

Dirangkum dari beberapa sumber, berikut mitos seputar pelembap dan fakta dibaliknya. Yuk, simak satu per satu penjelasannya!

1. Mitos: Semua pelembap sama saja
Fakta: Pelembap ada beberapa tipe. Umumnya pelembap mengandung humektan, emollient, dan oklusif. Humektan, semacam gliserin dan asam laktat, menyerap air dan membantu kulit mempertahankan kelembapan. Emollient, semacam asam lemak dan ceramide, membantu melembutkan. Sementara oklusif, semacam petrolatum, dimethicone atau lanolin, meninggalkan lapisan di permukaan kulit dan mengunci kelembapan.

Oleh karena itu, kamu perlu memilih pelembap sesuai dengan tipe kulit. Tekstur pelembap juga berbeda-beda. Untuk kamu yang berkulit kering, kamu perlu bahan yang lebih banyak. Itu sebabnya lebih baik pakai yang bertekstur krim. Jadi tidak ada pelembap yang cocok untuk semua tipe kulit. Kamu harus cari yang sesuai dengan tipe kulitmu.

2. Mitos: Butuh pelembap berbeda untuk setiap bagian tubuh
Fakta: Statement ini benar. Banyak pelembap yang digunakan di sebagian anggota tubuh, namun sebaiknya gunakan pelembap berbeda untuk setiap bagian tubuh. Wajah lebih rentan jerawatan dibanding tubuh serta lebih terpapar bahaya sinar matahari. Itu sebabnya gunakan pelembap yang dikhususkan untuk wajah. Untuk kaki atau tangan yang kering juga perlu memakai pelembap untuk tangan dan kaki yang kering. Kelopak mata pun butuh pelembap berbeda.

3. Mitos: Orang yang kulitnya berminyak tidak perlu pelembap
Fakta: Ini statement yang paling dipercaya banyak orang. Banyak orang dengan tipe kulit berminyak sering melewatkan pelembap. Soalnya takut kulit tambah berminyak. Fakta justru menunjukkan sebaliknya. Kamu yang punya kulit berminyak tetap perlu pelembap. Kenapa? Minyak tidak memiliki kelembapan yang sama. Melewatkan pelembap justru membuat kulit memproduksi sebum lebih banyak untuk menutupi kekurangan hidrasi. Daripada melewatkan pelembap, sebaiknya pilih pelembap yang oil-free.

4. Mitos: Kulit dapat ketergantungan pada pelembap
Fakta: Beberapa orang percaya bahwa sering memakai pelembap menyebabkan ketergantungan. Ternyata tidak. Kulitmu tidak bisa ketergantungan pada pelembap. Perubahan cuaca, ruangan ber-AC, atau pemanas ruangan dapat menyebabkan kulit dehidrasi yang dapat menyebabkan kulit kering. Mencegahnya kulit kering merupakan salah satu faktor penting dalam melindungi kulit.

5. Mitos: Tidak perlu sunscreen lagi apabila pelembap atau makeup sudah mengandung sunscreen
Fakta: Banyak beredar skincare dan produk kosmetik yang mengandung sunscreen. Kamu harus teliti membaca tulisan produk tersebut. Jika produk tersebut menyebutkan mengandung SPF 30 atau lebih tinggi, serta dapat melindungi kulit dari sinar UVA/UVB, maka kamu boleh melewatkan sunscreen. Tapi kalau SPF di dalamnya di bawah 30, kamu perlu tambahan sunscreen. Untuk menjamin kulit lebih terlindungi, lebih baik membeli sunscreen yang dapat melembapkan daripada membeli pelembap yang mengandung sunscreen di dalamnya.


Leave a Reply

Input your search keywords and press Enter.