Now Reading:
BPOM Rilis 3 Bahan Berbahaya dalam Kosmetik, Dampaknya Menyeramkan
Full Article 3 minutes read

BPOM Rilis 3 Bahan Berbahaya dalam Kosmetik, Dampaknya Menyeramkan

iyaa.com | Jakarta: Banyaknya produk kecantikan membuat kita bebas memilihnya. Sayangnya kesadaran untuk melihat kandungan bahan dalam produk kecantikan masih sangat rendah. Kamu pasti malas kan melihat banyaknya kandungan bahan di bagian belakang sebuah produk. Padahal beberapa produsen menggunakan bahan-bahan berbahaya dalam produk mereka loh.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun bertindak cepat dengan membeberkan 3 bahan kandungan dalam kosmetik yang rupanya berbahaya. Kandungan berbahaya tersebut diantaranya ialah merkuri, hidrokinon, dan pewarna merah K10.

Merkuri dan hidrokinon banyak kamu temui dalam produk pemutih kulit. Sementara pewarna merah K10 banyak ditemui dalam produk lipstik atau pewarna bibir lainnya, eyeshadow, serta blush on. Penggunaan terus menerus ketiga bahan tersebut rupanya sangat membahayakan tubuh. Kamu bisa terkena kanker, kerusakan DNA, kerusakan ginjal, dan masih banyak lagi bahayanya.

Bahan berbahaya yang banyak ditemukan dalam kosmetik adalah merkuri, hidrokinon, dan pewarna merah K10. . Merkuri dan hidrokinon ditemukan pada kosmetik bentuk krim yang biasanya digunakan sebagai pemutih kulit. . Dampak penggunaan merkuri mulai dari perubahan warna kulit hingga timbul bintik-bintik hitam pada kulit, alergi, iritasi kulit, kerusakan permanen pada susunan saraf otak, dan ginjal, bahkan paparan jangka pendek dalam dosis tinggi menyebabkan diare, muntah-muntah dan kerusakan ginjal. Merkuri juga merupakan karsinogenik (menyebabkan kanker) dan teratogenik (gangguan perkembangan janin). . Dampak penggunaan hidrokinon adalah hiperpigmentasi terutama pada daerah kulit yang terkena sinar matahari langsung dan dapat menimbulkan ochronosis (kulit berwarna kehitaman) dalam jangka panjang dan dosis tinggi. Hidrokinon akan terakumulasi dalam kulit yang dapat menyebabkan mutasi dan kerusakan DNA, sehingga kemungkinan pada pemakaian jangka panjang bersifat karsinogenik. . Pewarna merah K10 ditemukan pada produk lipstik dan kosmetik sediaan dekoratif lain (pemulas kelopak mata dan perona pipi). Pewarna merah K10 bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker) serta dapat menimbulkan gangguan fungsi hati dan kanker hati.

A post shared by BPOM RI (@bpom_ri) on

1. Merkuri
Merkuri dapat menimbulkan bintik-bintik hitam pada kulit, alergi, iritasi kulit, kerusakan permanen pada susunan saraf otak, dan ginjal. Pemakaiana dalam jangka pendek dengan dosis tinggi dapat menyebabkan diare, muntah-muntah dan kerusakan ginjal. Merkuri juga merupakan karsinogenik (menyebabkan kanker) dan teratogenik (gangguan perkembangan janin).

2. Hidrokinon
Penggunaan hidrokinon dapat menyebabkan hiperpigmentasi, terutama pada daerah kulit yang terkena sinar matahari langsung dan dapat menimbulkan ochronosis (kulit berwarna kehitaman) dalam jangka panjang dan dosis tinggi. Selain itu hidrokinon juga dapat menyebabkan mutasi dan kerusakan DNA, yang dalam jangka panjang bersifat karsinogenik.

3. Pewarna merah K10
Sementara pewarna merah K10 bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker) sehingga dapat menimbulkan gangguan fungsi hati dan kanker hati. Duh, bahaya banget ya akibatnya.

Leave a Reply

Input your search keywords and press Enter.