Now Reading:
7 Mitos seputar Perawatan Kulit yang sering Dipercaya, Begini Faktanya! (Bag.1)
Full Article 2 minutes read

7 Mitos seputar Perawatan Kulit yang sering Dipercaya, Begini Faktanya! (Bag.1)

iyaa.com | Jakarta: ‘Kacang dan coklat bikin kamu jerawatan’! Kamu pati pernah mendengar kata-kata itu bukan? Yap, pernyataan tadi merupakan salah satu mitos yang masih banyak dipercaya orang.

Soal perawatan kulit wajah, banyak beredar mitos-mitos semacam itu. Tapi apakah benar mitos-mitos tersebut? Kalau kamu penasaran, yuk kita cari tahu mitos dan fakta seputar perawatan kulit. Dilansir dari Real Simple, ini dia faktanya!

Mitos: Botox dapat mencegah keriput

Foto: Laser Duet

Fakta: Tidak ada penelitian jangka panjang yang mendukung klaim ini. Fredric Brandt, dermatologis kosmetik, memaparkan kerutan dapat dicegah tidak hanya dengan botox.

“Kalau kamu melemaskan otot yang terus berkontraksi, kamu cenderung tidak akan melihat kerut. Atau bisa juga menggunakan sunscreen dan melakukan perawatan kulit yang tepat,” papar Fredric.

Kalau kamu ingin melakukan botox, sebaiknya di usia 30-an sebab garis halus pertama terlihat di usia tersebut.

Mitos: Kulit berminyak tidak keriputan sebanyak kulit kering

Foto: Phenix Health

Fakta: Penelitian ini sebenarnya tidak pasti, hanya saja kelihatannya masuk akal. Dipaparkan Fredric Brandt, kulit berminyak lebih lama muncul keriput karena kulitnya cenderung tebal.

“Kulit berminyak menangkal keriput lebih mudah karena kulitnya cenderung lebih tebal, yang memberi perlindungan lebih alami terhadap kerusakan akibat sinar matahari,” papar Brandt.

“Perempuan dengan kulit berminyak punya level hormon testoterone lebih tinggi sehingga dapat membantu melindungi kulit melawan kadar kolagen yang berkurang, yang mana kurangnya kolagen menyebakan keriput,” papar internis Ruthie Harper.

Meski demikian bukan berarti perempuan yang punya kulit berminyak tidak terlihat tua. Beberapa faktor seperti paparan sinar matahari dan rokok, dapat mempercepat proses penuaan dan menyebabkan keriput pada perempuan, apa pun tipe kulitnya.

Mitos: Junk food menyebabkan jerawat

Foto: Bustle

Fakta: Dermatologis David Bank memaparkan bahwa belum ada penelitian yang menunjukkan korelasi antara junk food dan jerawat atau breakout. Namun beberapa dermatologis menghubungkan konsumsi makanan glikemik tinggi (umumnya makanan yang mengandung karbohidrat olahan) dan breakout pada orang dengan tipe kulit acne-prone.

Pasalnya makanan glikemik tinggi (nasi putih, minuman bersoda, gula-gula) dapat meningkatkan gula darah dan level insulin dengan cepat sehingga menyebabkan peradangan. Peradangan itulah yang memperburuk jerawat sehingga sering dikaitkan kalau junk food memicu jerawat.


1 comment

  • 7 Mitos seputar Perawatan Kulit yang sering Dipercaya, Begini Faktanya! (Bag.2) – media.iyaa.com

    […] | Jakarta: Banyaknya mitos seputar perawatan kulit sering membuat banyak orang bingung. Di bagian pertama sudah di bahas sebagian fakta dari mitos-mitos tersebut. Sekarang ayo kita tuntaskan mitos-mitos […]

Leave a Reply

Input your search keywords and press Enter.