Now Reading:
Sunscreen dapat Menyebabkan Kanker? 7 Fakta Seputar Sunscreen Ini Perlu Kamu Tahu!
Full Article 4 minutes read

Sunscreen dapat Menyebabkan Kanker? 7 Fakta Seputar Sunscreen Ini Perlu Kamu Tahu!

iyaa.com | Jakarta: Selain melindungi kulit dari paparan sinar UV, sunscreen atau tabir surya punya banyak manfaat untuk kulit. Sayangnya banyak orang malas memakai sunscreen karena pernah mendengar bahwa sunscreen dapat menyebabkan kanker.

Apa benar sunscreen dapat menyebabkan kanker? Mitos apa lagi yang beredar seputar sunscreen. Dilansir Everyday Health, ini dia 7 fakta sebenarnya dibalik sunscreen.

1. Mitos: Semakin tinggi SPF, semakin baik

Foto: The Happy Sloth

Fakta: “Hanya ada sedikit perbedaan di SPF 30, 50, atau 100 dalam hal total presentase sinar UV yang dapat dihadangnya. Jadi jauh lebih baik memakai yang SPF 30 dengan tepat daripada menggunakan SPF 50 tanpa memulaskannya kembali,” papar dermatologis Elizabeth Tanzi.

Agar kulitmu terlindungi, aplikasikan sunscreen 30 menit sebelum keluar rumah dan ulangi setiap 2 jam sekali.

2. Mitos: Makeup dengan SPF dapat melindungi dari matahari

Foto: Forever Amber

Fakta: “Memakai makeup dengan SPF tidak memberikan perlindungan cukup sebab makeup biasanya diaplikasikan tidak merata di kulit,” ungkap dermatologis David Bank.

Ditambah lagi, SPF di makeup hanya bertahan selama 2 jam. Jadi kamu perlu menggunakan sunscreen dulu, baru aplikasikan makeup yang ada kandungan SPF nya. Cara ini akan menambah perlindungan ke kulitmu.

3. Mitos: Bahan pembuat sunscreen menyebabkan kanker

Foto: Healthline

Fakta: Ini adalah kesalahpahaman umum, sebab tidak ada penelitian ilmiah yang kuat yang menghubungkan bahan-bahan sunscreen dengan kanker. Yang ada hubungannya yaitu paparan sinar matahari pada kanker kulit.

“Ada banyak studi yang menghubungkan paparan sinar matahari yang berlebih pada kanker kulit, jadi jawabannya mudah: pakai sunscreen,” papar Dr. Tanzi.

Tidak semua sunscreen menggunakan bahan kimia, jadi kalau khawatir dengan mitos tersebut pilih formula bebas kimia dengan zinc oxide atau titanium dioxide sebagai gantinya.

4. Mitos: Kamu tidak perlu memakai sunscreen di seluruh tubuh

Foto: Greatist

Fakta: Kalau kamu mengabaikan area tubuh lain, maka resiko kanker kulit akan semakin besar.

“Area yang paling mengkhawatirkanku yaitu telapak tangan dan telapak kaki. Pertama karena tersebut punya pigmen yang jauh lebih sedikit dan mereka tidak tan, kedua orang jarang memakai sunscreen di telapak tangan dan kaki, jadi kedua area tersebut terekspos sinar UV tanpa perlindungan apa pun,” jelas Dr. Alexiades.

Kalau kamu sayang menggunakannya (karena harga sunscreen cukup mahal), maka gunakan sunscreen yang lebih mahal untuk area wajah dan yang harganya murah untuk tubuh. Dan pastikan kamu mengaplikasikannya dengan rata.

5. Mitos: Sunscreen anak-anak lebih lembut

Foto: TLC

Fakta: Sunscreen untuk anak-anak dan orang dewasa mengandung bahan aktif yang sama, yang berbeda hanya formulasinya saja.

“Sunscreen orang dewasa cenderung lebih elegan secara kosmetik, yang mana tipis dan tidak terlihat, sementara sunscreen anak-anak teksturnya lebih tebal dan opaque lantaran anak-anak tidak peduli,” ungkap Dr. Tanzi.

Sunscreen anak-anak umumnya diformulasikan tear-free jadi tidak akan mengiritasi mata. Kalau sunscreen yang kamu pakai bikin iritasi, ganti dengan physical sunscreen yang mengandung bahan alami seperti zinc dan titanium dioksida.

6. Mitos: Sunscreen bentuk lotion lebih baik dibanding spray

Foto: Vogue India

Fakta: “Keduanya tidak ada perbedaan, itu tergantung pilihanmu sendiri,” jelas Bank. Baik spray atau lotion, pastikan kamu mengaplikasikannya cukup ke semua bagian.

7. Mitos: Kamu tidak peru pakai ulang sunscreen yang water resistant

Foto: We Are Feel Good

Fakta: “Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, FDA, menyatakan bahwa klaim water resistant di sunscreen harus menyertakan berapa lama waktu sunscreen dapat melindungi kulit saat berenang atau berkeringat: bisa 40 atau 80 menit,” jelas David Bank.


Leave a Reply

Input your search keywords and press Enter.