Now Reading:
Alkohol, Kandungan dalam Produk Skincare dan Makeup yang Kontroversial
Full Article 3 minutes read

Alkohol, Kandungan dalam Produk Skincare dan Makeup yang Kontroversial

iyaa.com | Jakarta: Kalau kamu iseng melihat-lihat komposisi atau ingredients produk skincare dan makeup, umumnya kamu akan menemukan kandungan alkohol tertulis disitu.

Produk kecantikan kan kita kenakan langsung ke kulit? Kalau ada alkoholnya berarti bahaya dong untuk kulit kita? Tapi apa benar demikian? Yuk, kita bahas lebih dalam mengenai alkohol dalam skincare seperti dilansir dari Byrdie.

Berbicara mengenai alkohol di produk kecantikan, jangan kamu bayangkan alkohol dalam bentuk minuman keras. Dermatologis Anjali Mahto memaparkan bahwa alkohol punya masing-masing tipe yang juga punya sifat berbeda. Ditambah lagi penggunaan alkohol di skincare atau makeup juga sedikit. Jadi tidak semua alkohol tidak aman untuk kulit.

“Banyak orang berpikir negatif akan bahan kandungan ini karena kemampuannya yang dapat membuat kulit kering. Namun itu hanya terjadi tergantung dari tipe dan jumlah kandungan alkohol dalam produk tersebut, dan juga kecocokan dengan tipe kulitmu sendiri,” papar Anjali Mahto seperti dikutip dari Byrdie, (Oktober 2017).

Jadi yang perlu kamu lakukan adalah mencari alkohol yang baik untuk kulitmu. Sudah disinggung sebelumnya, alkohol terdiri dari banyak tipe. Supaya kamu mudah memahaminya, maka Anjali membaginya menjadi 2 kategori: alkohol baik dan jahat.

Alkohol Baik

Foto: Cosmetic Proof

Yang termasuk ke dalamnya adalah alkohol dengan nama Cetyl, Stearyl, dan Cetearyl. Alkohol-alkohol ini dikategorikan Anjali sebagai “fatty alcohols”.

Umumnya kamu akan menemukan kandungan alkohol dengan nama-nama tadi dalam produk cleansing lotion dan pelembap karena mereka bekerja sebagai agen pengental dan pengemulsi. Alkohol jenis ini punya kemampuan mengunci kelembapan kulit dan membentuk lapisan yang mana air tidak dapat menembusnya. Produk yang punya kandungan ini sangat cocok untuk pemilik kulit kering.

Alkohol Jahat

Foto: Makeup Alley

Yang masuk dalam kategori ini adalah alkohol dengan nama-nama Ethanol, Ethyl Alcohol, Denatured Alcohol, Methanol, Isopropyl Alcohol, SD Alcohol, dan Benzyl Alcohol.

Kandungan-kandungan tersebut bekerja sebagai kendaraan untuk mengantarkan bahan-bahan ke kulit, atau sebagai astringen untuk mengendalikan produksi minyak.

“Satu satu atau lebih kandungan ini ditemukan dalam 5 teratas daftar ingredients, artinya kandungan tersebut punya tingkat konsentrasi tinggi yang akan menyebabkan masalah pada kulit acne-prone,” jelas Anjali.

Tak hanya pemilik kulit acne-prone, pemilik kulit sensitif juga dapat merasakan dampak tidak menyenangkan dari kandungan-kandungan alkohol tersebut.”Toner yang berbasis alkohol dapat membuat kulit kering, jadi aku tidak merekomendasikan ini, khususnya untuk yang kulitnya sensitif, eczema, atau alergi,” tambahnya lagi.

Jadi ladies, sebelum beli produk kecantikan sebaiknya teliti dulu bahan-bahan komposisi produknya ya.

Leave a Reply

Input your search keywords and press Enter.