Now Reading:
Gak Sangka, Rambut Ternyata Bisa Deteksi Masalah Kesehatanmu (Bag.1)
Full Article 3 minutes read

Gak Sangka, Rambut Ternyata Bisa Deteksi Masalah Kesehatanmu (Bag.1)

iyaa.com | Jakarta: Kalau belakangan ini kamu punya masalah dengan rambut atau kulit kepalamu, sebaiknya jangan disepelekan. Rupanya lewat rambut kamu bisa mengetahui kondisi kesehatan kamu loh.

Rambut yang rontok bisa jadi pertanda penyakit tertentu. Dilansir dari Femina India, para ahli ini akan mengulik lebih dalam hubungan rambut dengan prediksi kesehatan kamu.

Rambut rontok bisa jadi kekurangan zat besi

Foto: Beauty & Health Tips

Rambut rontok banyak dialami orang, salah satu penyebabnya bisa jadi karena kekurangan zat besi. Merupakan hal wajar bagi rambut yang mati untuk jatuh (rontok) dan digantikan dengan yang baru, jadi kehilangan 50-100 helai normal. Tapi kalau rontoknya berlebih, itu menunjukkan rambut rontok patologis yang perlu perhatian.

“Ada beberapa faktor seperti keturunan, penyakit, kekurangan zat besi, kelelahan, atau musim biasa rambut rontok,” ungkap direktur teknikal Michel Baltazar.

Selain hal tadi, itu juga bisa menunjukkan masalah tiroid atau stress.

“Setelah melahirkan, hampir semua perempuan mengalami rambut rontok. Ketika berbicara nutrisi, jumlah zat besi berperan penting untuk menguatkan rambut. Kalau zat besimu rendah–bahkan jika hemoglobin normal–kamu dapat mengalami rambut rontok. Kekurangan protein juga terkenal merupakan penyebab rambut patah dan tipis,” jelas Dr. Lohia.

Kulit kepala tipis bisa jadi gaya hidup yang tidak baik

Foto: Gym Consulting

Penipisan rambut merupakan awal masalah rambut rontok dan menunjukkan suraimu tidak sehat. Sebelum bertambah buruk, cepat ambil tindakan.

“Penipisan rambut dapat disebabkan banyak hal, termasuk terlalu banyak perawatan rambut, membahayakan kebiasaan rambut, kekurangan nutrisi dan masalah hormon seperti PCOS (Polycystic Ovary Syndrome, atau dalam bahasa Indonesianya sindrom ovarium polikistik). Itu juga bisa disebabkan masalah genetik atau karena faktor usia,” papar Dr Lohia.

Ia menyarankan orang yang mengalami masalah ini untuk berkonsultasi ke dokter untuk menemukan penyebabnya.

Kulit kepala bersisik dan gatal pertanda kelelahan

Foto: Healthline

Tidak hanya membuat tidak percaya diri, kulit kepala gatal bisa jadi merupakan sesuatu yang serius. Kulit kepala gatal dapat menunjukkan level sebum yang rendah. Michel menyebut ini bisa jadi indikasi penyakit kulit seperti eczema atau psoriasis.

“Penyebabnya stress, lelah, atau karena alergi pada kandungan tertentu di produk perawatan rambut,” tambah Michel.

Kiran menyebut itu sebagai kekurangan zat besi dan menyarankan orang tersebut untuk memeriksakan diri dan mengetahui penyebabnya, lalu mengobatinya.

“Hanya dermatologis dapat mengdiagnosa masalah dan memberi obat yang tepat. Ada banyak penyakit sekarang muncul, jadi pergi ke dokter penting,” tuturnya.


Leave a Reply

Input your search keywords and press Enter.