Now Reading:
Laga Timnas U-23 Asian Games 2018 Diacak, Ini Penjelasan SCTV
Full Article 4 minutes read

Laga Timnas U-23 Asian Games 2018 Diacak, Ini Penjelasan SCTV

iyaa.com | Jakarta: Sejumlah protes kembali datang usai pertandingan Timnas U-23 melawan Chinese Taipei di Asian Games 2018 yang berlangsung semalam, Minggu (12/8/2018).

Protes dan kritikan pedas tersebut muncul lantaran siaran laga Tim Nasional U-23 diacak. Seperti yang terlihat di akun twitter official SCTV, serbuan protes datang dari netizen yang kecewa dengan SCTV.

“Sctv ini maunya apa, ambil asian games bola kok di acak,padahal kita pake parabola di pelosok mau nonton tpi di acak lgi.? sy doakan moga Emtek group bangkrut, lebih baik pilih MNC group.!,” protes akun @radit_tahir.

“Tolong SCTV, kami cuma bisa nonton siaran televisi melalui parabola, supaya kami bisa menonton tolong jangan di acak,” pinta @MahyudinTri.

Melalui sebuah video di laman Vidio.com, Valentino Simanjuntak selaku komentator berikan penjelasan terkait diacaknya laga Timnas U-23 di Asian Games 2018.

Dalam video, komentator yang populer dengan tagline “Jebret” ini menjelaskan bahwa diacaknya siaran Timnas U-23 karena peraturan dari Olympic Council of Asia.

Hal tersebut dimaksudkan agar siaran tidak dibajak atau tidak ada siaran ilegal di negara lain.

“Sekali lagi saya memberikan informasi mengenai pertanyaan-pertanyaan mengapa siaran pertandingan hari ini diacak karena ada larangan dari Olympic Council of Asia yang memang harus mengacak siarannya melalui satelit agar tidak ada spillover ke negara lain yang sudah ada kerja sama dengan official broadcaster lainnya,” kata Valentino Simanjuntak.

“Namun pemirsa bisa menyaksikan Asian Games lewat antena biasa dan juga vidio.com di teritori Indonesia,” lanjut Valentino Simanjuntak.

Melalui instagram, SCTV juga berikan penjelasan lebih detail serta permohonan maaf mengenai diacaknya pertandingan Timnas U-23.

“… sudah kami perjuangkan dengan berkomunikasi dan bernegosiasi kepada OCA untuk dapat membuka siaran di ranah Free to Air Satellite yang digunakan juga oleh jutaan orang di Indonesia yang tidak dapat menangkap siaran kami dengan menggunakan antena UHF ataupun TV berbayar. Akan tetapi pihak OCA tetap belum memberi izin untuk hal tersebut, dengan alasan tayangan kita akan bisa diakses oleh Negara lain yang sudah memiliki hak siar tersendiri.
Oleh karena itu, kami dengan sangat terpaksa harus membatasi/mengenkripsi siaran di ranah Free to Air Satellite…,” tulis SCTV.

Seperti halnya Indonesia mengajukan diri sebagai tuan rumah Asian Games 2018 kali ini kepada Olympic Council of Asia (OCA), kami pun mengajukan diri sebagai Official Broadcaster untuk teritori negara Indonesia. Tidak hanya kami, semua perusahaan penyiaran di 45 negara peserta Asian Games, dan mungkin lebih banyak lagi negara, pun harus mengajukan diri untuk menjadi pemegang hak siar resmi di teritori masing-masing. Oleh karena itu, kami pun harus menaati peraturan dan ketentuan yang diterapkan oleh OCA, sekaligus menghormati hak dari Official Broadcaster di negara-negara lain. . Antusiasme rakyat Indonesia dalam mendukung pejuang-pejuang olahraga untuk mengharumkan nama bangsa kami pahami dan sudah kami perjuangkan dengan berkomunikasi dan bernegosiasi kepada OCA untuk dapat membuka siaran di ranah Free to Air Satellite yang digunakan juga oleh jutaan orang di Indonesia yang tidak dapat menangkap siaran kami dengan menggunakan antena UHF ataupun TV berbayar. Akan tetapi pihak OCA tetap belum memberi izin untuk hal tersebut, dengan alasan tayangan kita akan bisa diakses oleh Negara lain yang sudah memiliki hak siar tersendiri. . Oleh karena itu, kami dengan sangat terpaksa harus membatasi/mengenkripsi siaran di ranah Free to Air Satellite. Meskipun demikian, memperhatikan antusiasme dan kepentingan seluruh masyarakat Indonesia dalam menyaksikan Asian Games 2018, kami berusaha menyediakan siaran Asian Games di berbagai macam media, yang antara lain: . stasiun televisi SCTV, Indosiar, O Channel, Nexmedia sebagai bagian dari Emtek Group; konsorsium stasiun televisi lain yang meliputi Metro TV, TV One dan TVRI; semua provider TV Berbayar di Indonesia; situs daring vidio.com, yang menyediakan 13 channel live streaming; dan melalui aplikasi BBM. . Demikian kami sampaikan, mohon maaf atas ketidaknyamanannya, dan agar dapat menjadi maklum.

A post shared by SCTV (@sctv) on


Leave a Reply

Input your search keywords and press Enter.