Now Reading:
Lama Vakum Hingga Disangka Meninggal, Ternyata Ini Alasan Avril Lavigne
Full Article 2 minutes read

Lama Vakum Hingga Disangka Meninggal, Ternyata Ini Alasan Avril Lavigne

iyaa.com | Jakarta: Vakumnya Avril Lavigne selama 5 tahun dari dunia musik memunculkan banyak spekulasi, salah satunya adalah berita kalau dirinya sudah meninggal.

Bersamaan dengan pengumuman tanggal perilisan single barunya nanti, sang Lady Rocker juga menjelaskan alasan mengapa dirinya vakum dalam waktu cukup lama. Lewat website pribadinya, Avril menulis surat untuk fans yang isinya mengenai alasan dirinya vakum serta cerita di balik single barunya ini.

“Aku sangat excited akhirnya mengumumkan single pertama dari album baruku beserta tanggal rilisnya. 5 tahun berlalu sejak perilisan album terakhirku. Aku menghabiskan beberapa waktu terakhir di rumah sakit melawan Penyakit Lyme. Itu tahun-tahun terburuk di hidupku dimana aku melawan fisik dan mentalku,” ungkap Avril.

“Aku mampu melawan dengan musik yang kubanggakan. Aku menulis lagu dan merekamnya di ranjang dan sofa. Kata-kata dan lirik yang merupakan pengalamanku meluncur tanpa kesulitan. Sejujurnya… dengan menjaga semangatku, punya tujuan untuk dicapai dan tujuan untuk hidup, musikku membantuku sembuh dan tetap hidup,” paparnya lagi.

Musisi asal Kanada ini juga berterima kasih pada fans yang telah menunggunya sekaligus membocorkan sedikit tentang single barunya, “Head Above Water”.

“Terima kasih sudah sabar menunggu saat aku masih bertarung, pertempuran hidupku. Lagu pertama yang kupilih untuk dirilis berjudul “Head Above Water”. Ini lagu pertama yang kutulis di tempat tidur saat masa menakutkan dalam hidupku. Aku menerima kematian dan merasa tubuhku mati,” cerita Avril.

“Aku merasa seperti aku tenggelam. Seperti aku berada di bawah air dan aku butuh untuk naik ke permukaan. Seperti aku di sungai lalu terbawa arus. Tidak bisa bernafas. Memohon pada Tuhan untuk membantuku agar dapat menaikkan kepalaku ke permukaan. Untuk membantuku melalui cuaca badai,” lanjutnya pelantun “Complicated” tersebut.

“Aku tumbuh dekat dengan-Nya. Ibuku yang membantuku. Aku menulis lagu pertama yang aku rilis untuk berbagi kisahku. Aku kemudian bertemu dengan jiwa yang indah, Travis Clark, dan kami duduk di piano dan menyusun sisa lagu. Kemudian aku membawanya ke seorang jenius, Stephan Moccio dan suka dengan apa yang dia lakukan untuk musik,” tutup Avril.

Lihat selengkapnya isi surat Avril Lavigne untuk fansnya di bawah ini.


Leave a Reply

Input your search keywords and press Enter.