Now Reading:
Kebiasaan Gigiti Kuku, Wanita Ini Kena Kanker Langka hingga Jempolnya Diamputasi
Full Article 2 minutes read

Kebiasaan Gigiti Kuku, Wanita Ini Kena Kanker Langka hingga Jempolnya Diamputasi

iyaa.com | Jakarta: Suka menggigiti kuku hingga menjadi kebiasaan memang perlu dihindari. Selain tampilan kuku menjadi rusak, menggigiti kuku bisa saja berujung pada kanker.

Seperti yang dialami seorang wanita bernama Courtney Whithorn, ibu jarinya bahkan harus diamputasi karena kanker yang disebabkan kebiasaannya mengiggiti kuku.

Dilansir dari Marie Claire dari The Sun, Selasa (11/9/2018), Whithorn pernah menggigit habis kuku ibu jarinya pada 2014 hingga kukunya tak tumbuh lagi sepenuhnya. Bantalan kukunya berubah menjadi hitam. Ia lantas didiagnosis menderita kanker langka: acral lentiginous subungual melanoma.

“Ketika aku tahu bahwa menggigiti kuku adalah penyebab kanker ini, hal itu membuatku hancur,” kata Whithorn.

Wanita 20 tahun ini sudah menjalani operasi untuk mengangkat bantalan kukunya dan menyingkirkan sel-sel ganas. Kankernya belum menyebar, namun ibu jarinya tetap harus diamputasi. Selanjutnya selama lima tahun ke depan, Whithorn harus rutin menjalani scan dan tes darah untuk mengetahui apakah sel-sel kanker muncul kembali.

Meski kasus ini tampak menyeramkan, namun kebiasaan menggigiti kuku belum tentu menjadi penyebab kanker, seperti dijelaskan Mona Gohara, M.D., dermatolog di Yale University.

“Tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa trauma kronis pada kulit berkontribusi pada jenis melanoma ini. Sungguh, tak ada yang tahu etiologi acral lentiginous subungual melanoma. Meski diketahui lebih umum terjadi pada orang berkulit gelap, ini kemungkinan karena genetika dan atau sinar UV. Meskipun ya mungkin saja trauma kronis ini mungkin berkontribusi,” papar Gohara.

Menggigiti kuku tidak dianggap sebagai faktor risiko untuk kanker. Ini hanya sebuah kebiasaan yang jorok. Namun jika ada perubahan pada kuku atau kulit, Gohara menyarankan untuk segera menemui dokter.


Leave a Reply