Now Reading:
11 Mitos Seputar Rambut yang Sering Kamu Dengar, Ternyata Gak Semua Salah Loh! (Bag.1)
Full Article 2 minutes read

11 Mitos Seputar Rambut yang Sering Kamu Dengar, Ternyata Gak Semua Salah Loh! (Bag.1)

iyaa.com | Jakarta: Rambut merupakah mahkota perempuan, itu sebabnya perlu kita rawat dengan baik. Cara perawatannya pun bermacam-macam, tapi apa semua yang kamu dengar dari orang lain itu benar?

Atau jangan-jangan itu hanya mitos saja? Daripada bingung, yuk kita cari tahu fakta dibalik mitos soal rambut seperti yang dilansir dari Health ini.

1. Mitos: Mencabut 1 uban, bikin 2 uban tumbuh di tempat yang sama
Fakta: Yang satu ini bisa saja benar. Pasalnya rambut abu-abu alias uban akan muncul tidak peduli kamu cabut atau tidak.

“Mitos ini mungkin muncul karena saat orang mencabut uban mereka, mereka sadar kalau ubannya muncul lebih banyak setelahnya. Rambutmu akan lebih lemah jika dicabut berkali-kali, dan akhirnya berhenti tumbuh. Itu bukan masalah besar jika kamu cabut, tapi itu akan bertambah kalau uban sudah muncul,” jelas dermatologis dan spesialis rambut, Melissa Piliang.

2. Mitos: Cuci rambut setiap hari
Fakta: Jangan perhatikan aturan itu, tapi perhatikan kondisi dan tekstur rambutmu. Rambut semua orang berbeda. Jika berminyak di akar, maka cuci rambutnya. Kalau tidak, maka cuci setelah merasa rambutmu berminyak.

Foto: Madison Reed

3. Mitos: Sering potong rambut bikin rambut cepat panjang
Fakta: “Potong rambut tidak membuat rambut tumbuh dengan cepat. Itu (pertumbuhan rambut) terjadi di kulit kepala,” papar direktur penelitian kosmetik dan klinik di New York City, Joshua Zeichner.

Potong rambut bukan membuat rambut tambah panjang dengan cepat, namun para ahli menyarankan potong rambut setiap 6-8 minggu sekali agar rambut kembali berisi.

“Ujung yang kusut bikin rambut kelihatan tipis sehingga mudah patah, jadi saat kamu memotongnya, rambutmu akan kembali berisi,” ungkap Melissa.

4. Mitos: Pakai topi bikin rambut rontok
Fakta: “Idenya adalah topi memutuskan sirkulasi ke kulit kepala, menyebabkan rambut rontok,” ucap Dr. Joshua. Tapi itu hanyalah mitos.

“Orang-orang mungkin melihat rambut di topi mereka dan menyambungkannya ke arah yang salah,” tambahnya lagi.

5. Mitos: Shampoo banyak busa artinya membersihkan lebih baik
Fakta: Shampoo sebenarnya tidak harus berbusa untuk melakukan tugasnya. “Kita hanya terbiasa dengan busa artinya bersih,” terang Dr. Melissa.

Tapi sulfat, kandungan busa yang biasa ditambahkan dalam shampoo, dapat menghapus warna rambut orang yang mengecat rambutnya. Apalagi masih ada perdebatan yang menyebut kalau sulfat punya efek berbahaya.


Leave a Reply

Input your search keywords and press Enter.