Now Reading:
6 Mitos Fakta tentang Kerontokan Rambut bagi Wanita
Full Article 2 minutes read

6 Mitos Fakta tentang Kerontokan Rambut bagi Wanita

iyaa.com | Jakarta: Rambut rontok sering membuat kita menjadi panik. Apalagi ketika melihat banyak rambut yang berguguran setelah keramas. Kerontokan rambut bisa disebabkan faktor genetik dan perubahan hormon. Tapi apakah shampoo atau paparan sinar matahari juga jadi penyebab rambut rontok? Yuk, simak mitos dan fakta seputar kerontokan rambut bagi wanita berikut ini, dilansir dari Dermstore.

1. Mitos: Hanya pria yang bisa mengalami kebotakan
Fakta: Masalah kerontokan rambut karena keturunan tak hanya dialami oleh pria saja, tetapi juga wanita. Penyebab kebotakan pun tak hanya diwariskan dari ibu, tapi juga dari ayah.

2. Mitos: Kerontokan adalah tanda penuaan
Fakta: Rambut rontok biasanya diasosiasikan dengan wanita yang sudah tua, terutama mereka yang menopause. Faktanya, wanita bisa mengalami tanda-tanda penipisan rambut di usia dua puluhan.

Alih-alih kehilangan rambut di sepanjang garis rambut (seperti pria), wanita cenderung mengalami penipisan menyebar yang dimulai di bagian atas kepala dan mungkin dalam beberapa kasus menyebar ke seluruh kulit kepala.

3. Mitos: Produk rambut dapat menyebabkan kerontokan
Fakta: Tak ada hubungannya produk perawatan rambut dengan rambut rontok. Hairspray, mousse, gel, dan shampoo tak menyebabkan rambut rontok. Pewarna rambut bisa menyebabkan kerontokan rambut sementara jika penggunaannya tak tepat.

Sedangkan mengikat rambut dengan kencang atau penggunaan heat styling tool secara berlebihan dapat membuat rambut rusak atau kerontokan rambut.

4. Mitos: Pakai topi terlalu sering bikin rambut rontok
Fakta: Topi atau penutup kepala lainnya tak menjadi sebab kerontokan rambut meski dipakai tiap hari. Rambut tidak perlu “bernapas” seperti yang kita pikirkan. Rambut mendapatkan oksigen dari akar, dari sirkulasi kulit kepala.

5. Mitos: Paparan sinar matahari membuat rambut menipis
Fakta: Terlalu banyak terpapar sinar matahari membuat rambut menipis hanyalah mitos. Sebenarnya sinar matahari yang masuk ke kulit dapat memberikan vitamin D ke rambut yang dapat mendorong pertumbuhan rambut. Meski kulit terlindungi dengan suncreen, namun tak menghalangi asupan vitamin D dari sinar matahari.

6. Mitos: Keramas bikin rambut rontok
Fakta: Mengabaikan keramas justru membuat rambut berketombe dan minyak menumpuk. Memang tak ada shampoo yang secara definitif terbukti menumbuhkan kembali rambut, namun beberapa produk dapat mencegah kerontokan lebih lanjut.

Bila setelah keramas kamu melihat ada banyak rambut yang rontok, tak perlu khawatir. Rambut yang rontok sekitar 100 hingga 150 helai per hari adalah hal yang normal dan rambut ini akan tumbuh kembali.


Leave a Reply

Input your search keywords and press Enter.