Now Reading:
Hati-Hati, Makan Makanan Manis Bisa Bikin Kulitmu Bermasalah Loh!
Full Article 2 minutes read

Hati-Hati, Makan Makanan Manis Bisa Bikin Kulitmu Bermasalah Loh!

iyaa.com | Jakarta: Coklat, es krim, donat, milkshake, tart, semuanya nikmat dan terasa manis di mulut. Tapi apa kamu tahu, kalau makanan manis alias gula tersebut bisa membawa masalah buat kulitmu loh.

Penasaran apa saja dampak buruk mengkonsumsi banyak gula untuk kulit? Dilansir dari The Klog, ini dia bahayanya.

– Dapat menyebabkan breakout
Gula dapat memperparah kondisi seperti jerawat dan rosacea. Indeks glikemik adalah skala yang menentukan seberapa cepat kadar gula darah kamu naik setelah menelan sesuatu.

“Ada beberapa bukti yang menunjukkan kalau indeks glikemik makanan yang tinggi dapat memicu pembentukan jerawat di kulit. Prosesnya terlihat seperti dipicu tingkat insulin yang diikuti asupan gula yang meningkatkan aktivitas di kelenjar minyak, yang memicu muncul jerawat,” ungkap dermatologis Razel Nazarian.

Psikolog klinis dan spesialis gangguan makan, J. Renae Norton, juga menambahkan kalau seseorang dapat berjerawat karena mengkonsumsi makanan dari olahan susu.

“Bagi beberapa orang, produk dari susu dapat menyebabkan jerawat. Sebagai tambahan, ada data yang menunjukkan kalau level insulin dapat meningkatkan kemungkinan jerawat,” ujarnya.

Foto: Wiring Diagram

– Bikin cepat tua
Mengurangi karbohidrat simpel seperti gula dapat membuat kulit lebih baik. Pasalnya tipe karbohidrat ini (gula) dapat membuat insulin kamu terpaku, yang akibatnya tubuh mengalami inflamasi, dan juga menyebabkan enzim terproduksi dan menurunkan jumlah kolagen dan elastin. Kolagen dan elastin keduanya baik untuk membuat kulit nampak awet muda dan kencang.

Norton juga menjelaskan kalau gula membuat penampilan semakin tua.

“Salah satu ancaman dalam penuaan dini, keriput, dan rambut rontok adalah Advanced Glycation End products (AGEs) yang disebabkan gula. Pada kondisi normal, kita punya protein untuk menjalankan fungsi biologis, dan gula untuk energi,” papar Norton.

“Kalau jumlah keduanya tidak seimbang, maka radikal bebas akan menyerang protein. Kalu ini terjadi maka itu menciptakan versi glycated protein yang tidak berfungsi, disebut AGE,” tutup Norton.


Leave a Reply

Input your search keywords and press Enter.