Now Reading:
Sering Pakai Kata Bombastis, BPOM Larang Penggunaan Kata-Kata Ini di Produk Kosmetika
Full Article 2 minutes read

Sering Pakai Kata Bombastis, BPOM Larang Penggunaan Kata-Kata Ini di Produk Kosmetika

iyaa.com | Jakarta: Beberapa produk kosmetika sering mengiklankan produknya dengan klaim-klaim berlebih untuk membuat konsumen tertarik membeli produk itu.

Kamu mungkin pernah melihat produk dengan klaim-klaim berlebih itu. Padahal untuk mengiklankan produk kosmetika ada ketentuannya loh dan tidak boleh asal mencantumkan klaim-klaim yang kedengarannya bombastis.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sesuai dengan PerKa BPOM No. 1 Tahun 2016 tentang Pedoman Teknis Pengawasan Iklan Kosmetika sebagaimana diubah dengan PerKa BPOM No. 18 Tahun 2016 merilis bahasa yang dilarang dalam iklan kosmetika.

Apa saja yang tidak boleh digunakan? Berikut bahasa yang dilarang BPOM digunakan dalam iklan kosmetika.

– ‘Mengobati’, ‘Menyembuhkan’, atau kata/kalimat yang maknanya seakan-akan dapat mengobati penyakit.

– ‘Halal’, padahal produk tersebut belum dapat sertifikat halal.

– ‘Aman’, ‘Bebas’, ‘Tidak Berbahaya’, ‘Tidak ada efek samping’, atau kata/kalimat yang maknanya sama.

– ‘Ampuh’ atau kata lainnya yang juga bermakna sama.

– ‘Satu-satunya’, ‘Nomor satu’, ‘Terkenal’, ‘Top’, ‘Paling’, atau kata yang maknanya sama apabila dihubungkan dengan manfaat produk.

– ‘Jauh lebih’ atau kata yang maknanya mirip, yang dihubungkan dengan manfaat produk, kecuali jika dibandingkan dengan produk sendiri dan dinyatakan dengan jelas.

Selain bahasa, masih ada beberapa larangan dari BPOM terkait pengawasan iklan kosmetika yang mana terdiri dari norma hingga pernyataan terkait klaim kosmetika, yang mana bisa dilihat langsung di situs resmi BPOM.


Leave a Reply