Now Reading:
Toner dan Astringent, Kenali Perbedaannya
Full Article 2 minutes read

Toner dan Astringent, Kenali Perbedaannya

iyaa.com | Jakarta: Produk skincare banyak macamnya. Di antaranya toner dan astringent. Kedua produk ini umumnya diketahui untuk membersihkan permukaan kulit. Namun keduanya diformulasikan sangat berbeda.

Toner
Perbedaannya terletak pada bahan dasarnya, seperti dijelaskan Dr. Adam Friedman, lektor kepala dermatologi di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas George Washington di New York, dilansir dari Makeup.com.

“Toner biasanya mengandung gliserin dan beberapa bentuk glikol, yang keduanya menarik air ke dalam kulit dan membantu menenangkan dan menyangga tingkat pH kulit,” katanya.

Foto: becomegorgeous.com

Sementara Stacy Cox, ahli kecantikan asal Los Angeles, menyebut bahwa toner adalah pengantar untuk mempersiapkan kulit sebelum memakai pelembap dan serum.

“Ini memungkinkannya menembus lebih dalam ke kulit, membantu melembabkan kulit, dan menghilangkan kotoran atau kotoran berlebih yang tidak dibersihkan oleh face cleanser,” kata Cox.

Astringent
Sementara astringent jauh lebih kuat dan mengandung alkohol. Produk ini didesain utk menghilangkan minyak berlebih pada kulit. Karena itulah astringent cenderung mengeringkan kulit. “Astringents mengurangi mantel asam di kulit Anda serta keseimbangan pH,” kata Cox.

Foto: StyleCraze

Pilih toner atau astringent?
Toner bisa dipakai oleh berbagai jenis kulit. Namun ada beragam toner yang ditujukan untuk jenis kulit tertentu. Toner dapat menyasar masalah kulit, seperti penuaan, bintik hitam, jerawat, kulit berminyak, kulit kering, kulit sensitif, dan iritasi.

Astringent utamanya untuk kulit berminyak dan berjerawat. Namun Dr. Friedman menmenyarankan untuk berhati-hati saat menggunakan formula yang sangat kuat ini. Berlebihan dalam pemakaian bisa menyebabkan kekeringan dan kelebihan minyak. Selalu lihat petunjuk pemakaian.


Leave a Reply

Input your search keywords and press Enter.