Now Reading:
Mitos dan Fakta tentang Stretch Mark yang Perlu Kamu Tahu
Full Article 3 minutes read

Mitos dan Fakta tentang Stretch Mark yang Perlu Kamu Tahu

iyaa.com | Jakarta: Stretch mark atau striae merupakan garis sempit dan berlekuk yang sering muncul di sepanjang paha, perut, bokong, dada, dan lengan. Ini terbentuk sebagai hasil peregangan kulit yang cepat.

Stretch mark bisa mengganggu penampilan sehingga orang-orang berusaha untuk mengatasinya. Tapi bisakah strecth mark hilang? Berikut ini mitos dan fakta seputar strecth mark yang dijawab oleh ahli bedah plastik dan SkinCeuticals ambassador, Dr. Peter Schmid.

1. Mitos: Stretch mark hanya terjadi pada wanita
Fakta: Jenis kelamin sama sekali tidak berpengaruh pada pembentukan stretch mark.

“Meskipun stretch mark terjadi pada kedua jenis kelamin, perempuan cenderung lebih vokal tentang kondisi ini di media sosial dan online. Saya percaya ini karena wanita sangat menyadari perubahan dalam tubuh mereka terutama selama dan setelah kehamilan, dan karena ada perubahan hormon dan ketidakseimbangan menjadi lebih jelas,” kata Dr. Schmid, dilansir dari Skincare.com.

Faktor lain yang menyebabkan stretch mark adalah diet yoyo dan penambahan atau penurunan berat badan yang signifikan. Namun, stretch mark dapat terjadi pada beberapa orang selama proses pertumbuhan normal tubuh yang sedang berkembang.

2. Mitos: Stretch mark hanya disebabkan oleh penambahan berat badan
Fakta: Selain penambahan berat badan, ada faktor lainnya.

“Stretch mark terjadi dari ekspansi kulit dengan ketidakseimbangan jaringan kolagen dan elastin yang mengakibatkan jaringan parut kulit yang terlihat,” kata Dr. Schmid. “Penyebab stretch mark dapat dikaitkan dengan usia, genetika, hormon, dan banyak lagi.”

3. Mitos: Stretch mark tidak dapat dicegah
Fakta: Stretch mark yang terkait dengan disposisi genetik tidak dapat dicegah, kecuali yang berkaitan dengan berat badan.

“Seseorang dapat mengurangi kemungkinan stretch mark dengan mempertahankan berat badan dan diet yang sehat, juga menghindari perubahan besar dalam berat badan, yang dapat memperluas jaringan dan melemahkan elastin,” jelas Dr. Schmid.

Stretch mark cenderung terjadi karena genetik. Beberapa orang secara alami memiliki tingkat kejadian yang rendah, tapi sebagian lagi rentan terhadap stretch mark.

Ahli bedah plastik lainnya, Dr. John Burroughs, menyarankan untuk selalu menjaga kulit terhidrasi dengan perawatan kulit yang menutrisi untuk mencegah atau meminimalkan timbulnya stretch mark.

4. Mitos: Stretch mark tidak dapat diobati
Fakta: Tidak semua stretch mark bisa diobati.

Ahli dermatologi Dr. Dhaval Bhanusali mencatat bahwa jenis dan warna stretch mark dapat membuat perbedaan besar. Stretch mark dengan warna merah (yang baru terbentuk) jauh lebih mudah untuk diatasi daripada yang memiliki rona keputihan atau keperakan, yang berarti mereka telah memudar seiring waktu.

Schmid juga menjelaskan bahwa meski tampilannya dapat diperbaiki, beberapa stretch mark mungkin tidak pernah hilang sepenuhnya. “Stretch mark adalah bekas luka, dan bekas luka secara inheren sulit untuk diperbaiki atau dihapus,” katanya.

“Sementara penampilan stretch mark dapat meningkat seiring waktu melalui berbagai modalitas pengobatan, saya selalu memberi tahu pasien saya bahwa, meskipun mereka dapat mencapai tampilan keseluruhan yang lebih baik, stretch mark mungkin tidak sepenuhnya hilang,” jelasnya.


Leave a Reply

Input your search keywords and press Enter.